Jurnal Psiko-Edukasi http://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi <p>Jurnal Psiko-Edukasi adalah jurnal yang berfokus pada disiplin ilmu psikologi, konseling, dan pendidikan.</p> Department of Guidance and Counseling of Atma Jaya Catholic University of Indonesia en-US Jurnal Psiko-Edukasi 1412-9310 PERSEPSI MAHASISWA PRODI BK TERHADAP IKLIM SOSIAL DI LINGKUNGAN PRODI BK http://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/335 Abstrak Persepsi terhadap iklim sosial program studi Bimbingan dan Konseling (prodi BK) merupakan penilaian mahasiswa prodi BK terhadap pengalaman yang terkait interaksi timbal balik dengan anggota komunitas dalam relasi sosial, sistem kebijakan, dan perubahan sistem di komunitas prodi BK. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa aktif  prodi BK angkatan 2010-2015 yang berjumlah  70 mahasiswa sebagai sampel penelitian. Instrumen persepsi mahasiswa Prodi BK terhadap iklim sosial di prodi BK terdiri dari tiga komponen yaitu hubungan sosial, perkembangan pribadi, dan penetapan dan penerapan aturan kontrol terhadap perilaku terdiri yang berjumlah 45 pernyataan. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa terdapat 36 mahasiswa (51,43%) memiliki persepsi yang sangat positif mengenai iklim sosial di prodi BK. Adapun mahasiswa yang memiliki persepsi cukup positif sebanyak 34 orang (48,57%).  Mahasiswa prodi BK menilai secara positif iklim sosial di prodi BK. Interaksi mahasiswa dengan sesama mahasiswa dan dengan dosen dinilai positif oleh mahasiswa. Iklim sosial yang dinilai mahasiswa kurang positif adalah yang terkait dengan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan melaksanakan ide kreatif yang diusulkan mahasiswa. Kata kunci: iklim sosial, hubungan sosial, perkembangan pribadi, dan penetapan dan penerapan aturan kontrol terhadap perilaku  Abstract: Perceptions of a social climate of the guidance and counseling study program is students’ assessment of the program related to their experiences and mutual interactions with the community members in social relation, policy system, and system changes. Subjects were 70 active students (class of 2010-2015) from the study program. The instrument used consisted of three components: social relation, personal development, the application of control regulation towards students’ attitudes which are composed of 45 statements. Data were analyzed using descriptive statistics. Results revealed that 36 students (51.43%) had a very positive perception of the social climate of the study program, and 34 students (48.57%) had a fairly positive perception. Student-student and student-teacher interactions were perceived positively by the students. However, the component of opportunity to develop and carry out creative ideas proposed by students was perceived less positively. Key words: social climate, social relation, personal development, the application of control regulation towards students’ attitudes Maria Claudia Trihastuti ##submission.copyrightStatement## 2017-05-01 2017-05-01 15 1 1 12 KOMPETENSI PENDIDIK PARA LULUSAN PRODI BIMBINGAN KONSELING UNIKA ATMA JAYA http://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/336 Abstrak Kompetensi lulusan mahasiswa prodi BK mengacu pada kompetensi pendidik yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Terdapat empat kompetensi yang perlu dikembangkan sebagai calon pendidik yaitu kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Pengembangan keempat kompetensi ini terdapat dalam kurikulum prodi BK dan terealisasi dalam proses pembelajaran. Melalui sebaran data dengan menggunakan instrumen berbentuk skala penilaian, ditelusuri kompetensi alumni prodi BK terkait penguasaan keempat kompetensi tersebut. Untuk memperkuat hasil data deskriptif, peneliti melakukan focus group discussion bersama alumni. Hasil skor rata-rata pada komponen pedagogik sebesar 153,25; pada komponen kepribadian sebesar 212, 85; pada komponen profesional sebesar 207,2; dan pada komponen sosial sebesar 213,45. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa komponen yang berada di atas skor rata-rata keseluruhan dan merupakan komponen tertinggi adalah komponen sosial. Komponen kedua setelah komponen sosial adalah komponen kepribadian. Komponen ketiga adalah komponen professional, dan komponen yang berada di bawah komponen skor rata-rata keseluruhan adalah komponen pedagogik.  Kata kunci: kompetensi pendidik, profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Abstract:  Competence required by the guidance and counseling students to graduate refers to the teacher competence stipulated in the Law No. 14/2005 on Teachers.  Included in the curriculum of guidance and counseling study program and realized in the learning process, this competence encompasses such components as professional, pedagogy, personal and social. Using the assessment scale as an instrument, this study aims to find out the students’ mastery of the four components of the competence. To support results from the descriptive data, the study will use a focus group discussion with the alumnae. Findings indicate that the average score of pedagogic component is 153.25, of personal component 212. 85, of professional component 207.2, and of social component 213.45. Key words: teacher competence, professional, pedagogic, personal, social. Henny Christine Mamahit Yohanes Markus Papu ##submission.copyrightStatement## 2017-05-01 2017-05-01 15 1 13 25 SIKAP SISWA KELAS IX TERHADAP PELAKSANAAN LAYANAN INFORMASI DI SMP SANTA MARIA JAKARTA http://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/337 AbstrakInformasi karir disampaikan kepada siswa di Sekolah Menengah Pertama agar siswa dapat mengenal terlebih dahulu kemampuan, mina, dan bakat yang dimiliki. Informasi karir di sekolah merupakan kegiatan layanan yang dilakukan di sekolah dengan tujuan untuk membantu siswa dapat memahami dirinya sendiri, dapat menyusun rencana dan membuat suatu keputusan yang tepat terkait dengan langkah karir yang dimiliki siswa. Layanan informasi yang diberikan meliputi pemberian materi, penggunaan media dan metode, serta karakteristik guru BK dalam menyampaikan informasi. Hasil ujicoba instrumen skala sikap dari 132 pernyataan didapatkan sebanyak 115 pernyataan yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,97. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17% siswa di SMP Santa Maria memberikan respon yang positif dan 83% siswa menunjukkan respon yang cukup positif. Hasil penelitian menunjukkan respon siswa yang tinggi pada komponen karakteristik konselor dengan rerata skor sebesar 137,5 (64,86%) dan respon yang kurang positif terhadap komponen metode dengan rerata skor sebesar 118,94 (56,1%). Hasil penelitian ini menunjukkan sikap siswa kelas IX positif terhadap pelaksanan layanan informasi di SMP Santa Maria. Kata kunci: pelaksanaan layanan informasi, pemberian materi, penggunaan media dan metode Abstract          Career information in schools is a service activity conducted in schools with the aim of helping students to understand themselves, to plan and make an appropriate decision related to a career move of the students. Services provided include the provision of information material, the use of media and methods, as well as the characteristics of the BK teachers in conveying information. Attitude scale instrument test results of 132 statements obtained 115 valid statements with the reliability coefficient of 0.966. The results showed that 17% of students in the Junior Santa Maria showed a positive response and 83% of students showed a fairly positive response. The results showed high student responses to the characteristic components counselor with a mean score of 137.5 (64.86%) and showed a less positive response to components of the method with a mean score of 118.94 (56.1%). The results of this study indicate positives attitudes of class IX students toward the implementation of information services. Keywords: Implementation of Information Services, the provision of information material, the use of media and methods Novita Sari Sari ##submission.copyrightStatement## 2017-05-01 2017-05-01 15 1 26 34 PENERIMAAN DIRI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BUKIT SION JAKARTA BARAT http://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/338 AbstrakPenerimaan diri adalah penilaian positif individu terhadap diri sendiri yang terkait mengenal dan menerima kelebihan dan kelemahan dirinya, serta memiliki keyakinan, tanggung jawab, dan kepuasan dalam dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerimaan diri siswa Sekolah Menengah Pertama Bukit Sion Jakarta Barat tahun pelajaran 2015-2016. Metode pengumpulan data menggunakan skala penilaian yang digunakan untuk mengukur variabel penerimaan diri. Hasil ujicoba instrumen penerimaan diri terdiri dari 63 pernyataan yang valid. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa Sekolah Menengah Pertama Bukit Sion Jakarta Barat tahun pelajaran 2015-2016 sebanyak 54,19% termasuk dalam klasifikasi penerimaan diri cukup positif. Komponen pada variabel penerimaan diri yang memiliki skor tertinggi adalah komponen individu memiliki keyakinan, tanggung jawab, dan kepuasan dalam dirinya dan skor terendah pada komponen individu mampu mengenal kelebihan dan kelemahan yang ada dalam dirinya. Kata kunci: menerima kelebihan dan kelemahan diri, memiliki keyakinan, tanggung jawab, dan kepuasan dalam diri. Abstract: Self-acceptance is a positive assessment of the individual against himself, which is related to the recognition and acceptance of the strengths and weaknesses, as well as conviction, responsibility, and satisfaction. The purpose of this study is to look at self-acceptance of junior high school students in West Jakarta Bukit Sion 2015-2016 school year. The study used quantitative methods with descriptive research. The results of self-acceptance testing instrument revealed 63 valid statements. The analysis showed that junior high school students in West Jakarta Bukit Sion 2015-2016 school year included in the classification of self-acceptance was quite positive at 54.19%. The variable component of self-acceptance that had the highest score was the individual components such as confidence, responsibility, and satisfaction while the individual component like the ability to identify strengths and weaknesses received the lowest score. Key word: acceptance of the strengths and weaknesses, conviction, responsibility, satisfaction Eunike Christina Pratisya ##submission.copyrightStatement## 2018-05-01 2018-05-01 15 1 35 47 REGULASI DIRI DALAM BELAJAR DUA SISWA SMP BHAKTI NUSA YANG BERADA DI BAWAH KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL http://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/339 Abstrak Regulasi diri merupakan kemampuan untuk mengontrol proses belajar, yaitu siswa berusaha sendiri dalam memperoleh keterampilan dan pengetahuan, dan memfokuskan perhatian secara aktif untuk mengatur dan mendukung praktik kegiatan belajar mereka sendiri. Jenis penelitian ini adalah studi kasus, dan bertujuan untuk mengetahui strategi regulasi diri siswa yang memperoleh nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal. Subjek penelitian adalah dua siswa kelas VIII-B yang dipilih berdasarkan rekomendasi dari guru BK dan nilai rapor. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Komponen yang ditelusuri dari regulasi diri kedua subjek adalah self monitoring, self instruction, self motivation, dan self evaluation. Saran kepada guru BK agar lebih memperhatikan dan memberikan bimbingan pribadi secara mendalam kepada para siswa yang mengalami nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal sehingga siswa yang mendapatkan nilai rendah tersebut, dapat termotivasi untuk memiliki regulasi diri yang dilakukan dalam kegiatan. Kata Kunci : regulasi diri dalam belajar, kriteria ketuntasan minimal  AbstractSelf-regulation is ability in controlling a learning process whereby students try to obtain skills and knowledge, and actively focus their attention to learning activity. This case study aims to find out the regulation strategies of students who received scores below the minimal adequacy criteria. Subjects were two eight-graders who were selected based on the recommendation from their counseling and guidance teachers and on their scores. Methods of data collected used were interview and observation. The components studied from the students’ self- regulation were monitoring, self instruction, self motivation, and self evaluation. Suggestions for teachers were also offered.   Key words: Self-regulation in learning, minimal adequacy criteria Lidwina Putri Utami ##submission.copyrightStatement## 2017-05-01 2017-05-01 15 1 48 55 HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH ORANGTUA DAN HARGA DIRI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA KELAS X SMK STRADA BUDI LUHUR BEKASI http://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/340 AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan persepsi terhadap pola asuh orangtua dengan harga diri terhadap penyesuaian sosial siswa kelas X SMK Strada Budi Luhur. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Strada Budi Luhur Bekasi. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 73 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen skala penilaian. Instrumen persepsi pola asuh orangtua memiliki 36 pernyataan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,89. Instrumen harga diri memiliki 44 pernyataan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,91. Instrumen penyesuaian sosial memiliki 49 pernyataan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,93. Hasil penelitian persepsi terhadap pola asuh dan harga diri dengan penyesuaian sosial diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,482 (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi terhadap pola asuh orangtua dan harga diri dengan penyesuaian sosial. Pola hubungan yang ditunjukkan adalah positif, yang artinya semakin positif persepsi pola asuh orangtua dan semakin tinggi harga diri siswa maka semakin baik pula penyesuaian sosial siswa. Kata kunci : persepsi terhadap pola asuh orangtua, harga diri, penyesuaian socialThe aim of this study is to discover the relationship between the perceptions of parenting patterns and self-esteem towards ten graders’ social adjustment of Strada Budi Luhur Senior High School. It employs a correlation method with 73 students as its subjects. Data were collected using an assessment scale instrument. The perceptions of parenting pattern had 36 statements with the reliability coefficient of 0.89; the self-esteem instrument had 44 statements with the reliability coefficient 0.91, and social adjustment instrument had 49 statement with the reliability coefficient of 0.93.  Results showed that the perception of parenting and self-esteem toward social adjustment had a correlation coefficient of 0.482 (p<0.05). Thus, there is a positive and significant correlation between the perception of parenting patterns and self-esteem toward social adjustment, suggesting that the more positive the perception of the parenting pattern, and the higher the students’ self-esteem, the better students’ social adjustment. Key words: perceptions of parenting patterns, self-esteem, and social adjustment Putri Shima Shima ##submission.copyrightStatement## 2017-05-01 2017-05-01 15 1 56 66 HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL DENGAN PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASIONAL KARYAWAN PT GRAMEDIA ASRI MEDIA PLAZA SEMANGGI http://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/341 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan situasional dengan perilaku kewargaan organisasional karyawan PT Gramedia Asri Media Plaza Semanggi. Peneliti mengambil subjek ujicoba terpakai sebanyak 50 karyawan sesuai dengan jumlah karyawan yang berada dalam kantor tersebut. Instrumen pengumpulan data adalah skala penilaian yang mengukur persepsi gaya kepemimpinan dan perilaku kewargaan organisasional. Hasil ujicoba instrumen perilaku kewargaan organisasional diperoleh 30 pernyataan yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,96. Instrumen persepsi gaya kepemimpinan diperoleh 42 pernyataan yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,96. Pada variabel perilaku kewargaan organisasional terdapat 59% karyawan dengan klasifikasi tinggi, 39% karyawan dengan klasifikasi sedang dan 2% karyawan dengan klasifikasi rendah. Hasil analisis korelasi antara persepsi gaya kepemimpinan situasional dan perilaku kewargaan organisasional sebesar 0,27 (p> 0,05). Oleh karena itu hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan situasional dan perilaku kewargaan organisasional. Kata kunci : Gaya kepemimpinan situasional, perilaku kewargaan organisasional AbstractThis study aims to determine the relationship between employee’s perceptions of situational leadership style and their organizational citizenship behavior. Subjects were 50 employees of PT GA. The instrument used was a grading scale that measured the perception of leadership styles and organizational citizenship behavior. Data were analyzed using the product moment correlation formula. Results of testing instruments organizational citizenship behavior revealed 30 valid statements with reliability coefficient of 0.96. Instruments perception of leadership style showed 42 valid statements with reliability coefficient of 0.96. The organizational citizenship behavior variables contained 59% of employees with a higher classification, 39% of employees classified as moderate, and 2% of employees with a lower classification. The results of the analysis of the correlation between the perception of the situational leadership style and organizational citizenship behavior amounted to 0.27 (p>0,05). Therefore, the results of this study showed no significant correlation between the perception of the situational leadership style and organizational citizenship behavior. Keywords: style situational leadership, organizational citizenship behavior Victoria Mirah Kencana ##submission.copyrightStatement## 2017-05-01 2017-05-01 15 1 67 74