Etika keutamaan, seperti yang menjadi pendirian Aristoteles, menekankan
pengembangan diri. Manusia yang benar dan baik diukur menurut keutamaan yang
dimiliki. Ada banyak keutamaan, tetapi yang terpokok ialah kebijaksanaan dalam
arti phronēsis. Orang yang memiliki phronēsis bertindak menurut pertimbangan
yang bijaksana dan berorientasi pada apa yang benar dan baik bagi manusia. Artikel
ini berusaha melakukan eksplisitasi bahwa arah pendidikan nasional pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah menekankan dan fokus pada etika keutamaan,
yaitu pembentukan karakter atau watak peserta didik. Pengetahuan (kognitif ) dan
keterampilan praktis (psikomotorik) mendapatkan coraknya dari karakter. Sama
halnya dengan kebijaksanaan praktis (phronēsis) dalam ajaran Aristoteles, karakter
hanya bisa dibentuk melalui pembiasaan bertindak atau berperilaku. Dalam konteks
ini pendidikan nilai dan pendidikan moral menemukan jalannya.

Published: 2019-05-27