FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANTI-CORUPTION DISCLOSURE
DOI:
https://doi.org/10.25170/balance.v22i2.7346Keywords:
anti-corruption disclosure, independent commissioner, independent audit committee, audit quality, institutional ownershipAbstract
This study aims to analyze the influence of an independent commissioner, independent audit committee, audit quality, and institutional ownership on anticorruption disclosure. This research uses a purposive sampling method with 53 companies as the sample. The sample is the energy company listed in Indonesia Stock Excange from 2021 to 2023. The data analysis methods used are multiple linear regression. Statistical for social science software version 30 is used for testing. The results of the hypothesis test show that independent commissioner, audit quality, and institutional ownership positively influence anticorruption disclosure. Meanwhile, independent audit committees negatively influence anticorruption disclosure. This research shows that the importance of good corporate governance can increase the transparency and accountability of the company energy sector.
References
Amaliyah, F., & Herwiyanti, E. (2019). Pengaruh kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, dan komite audit terhadap nilai perusahaan sektor pertambangan. Jurnal Akuntansi, 9(3), 187–200. Https://Doi.Org/10.33369/J.Akuntansi.9.3.187-200
Ananda, R. F., & Yusnaini, Y. (2023). Pengaruh dewan komisaris dan dewan direksi terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020. Management Studies And Entrepreneurship Journal (MSEJ), 4(1), 1014–1021. Http://Journal.Yrpipku.Com/Index.Php/Msej
Anggraeni, N. (2020). Gender, komisaris independen, ukuran dewan, komite audit, dan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. E-Jurnal Akuntansi, 30(7), 1827. Https://Doi.Org/10.24843/Eja.2020.V30.I07.P16
Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). (2024). Occupational fraud 2024: A Report to the nations.
Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). (2022). Occupational fraud 2022: A Report to the nations.
Dewi, R. A. (2021). Pengaruh coercive pressure, good corporate governance, dan kualitas audit terhadap pengungkapan kebijakan antikorupsi (studi empiris pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019) [Skripsi, Universitas Katholik Soegijapranata Semarang]. Https://Repository.Unika.Ac.Id/25736/
Dirgantara, V. E. (2019). Analisis pengaruh pengungkapan sustainability report, profitabilitas, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia periode 2019 - 2021 [Thesis]. Universitas Katolik Indonesia Atmajaya.
Graciella, T. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi anti-corruption disclosure di Indonesia (Studi empiris pada perusahaan peserta Asia Sustainability Reporting Rating periode 2018-2020 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) [Skripsi, Universitas Podomoro]. Http://Repository.Podomorouniversity.Ac.Id/919/
Graciella, T., Sutardja, M., & Setiono, B. (2023). Factors influencing anti-corruption disclosure in Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Sosial, 12(2), 1–10. Https://Doi.Org/10.22441/Jies.V12i2.24406
Hardiningsih, I., & Purnamasari, P. (2021). Pengaruh kualitas audit dan auditor switching terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Https://Doi.Org/10.15294/Aaj.V4i1.7761
Hartomo, O. D., & Hutomo, S. H. P. (2020). The ownership structure, board of directors, diversification, and disclosure of anti-corruption policies. assets: Jurnal Akuntansi dan Pendidikan, 9(2), 121. Https://Doi.Org/10.25273/Jap.V9i2.5660
Indarto, S. L. (2023). Determinan pengungkapan kebijakan anti korupsi ditinjau dari good corporate governance dan reputasi auditor. Journal of Trends Economics And Accounting Research, 3(3), 277–286. Https://Doi.Org/10.47065/Jtear.V3i3.581
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAI). (2021). Standar audit 200 (Revisi 2021). Http://Www.Iapi.Or.Id
Karim, N. K., Animah, & Sasanti, E. E. (2016). Pengungkapan anti korupsi dan kinerja keuangan perusahaan studi kasus perusahaan terdaftar di Indeks Sri Kehati. Jurnal Riset Akuntansi Aksioma, 15(2).
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2024). Pemerintah dorong penerapan ekonomi hijau untuk stabilkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Https://Www.Ekon.Go.Id/Publikasi/Detail/5861/Pemerintah-Dorong-Penerapan-Ekonomi-Hijau-Untuk-Stabilkan-Pertumbuhan-Ekonomi-Jangka-Panjang
Kompas.com. (2024). Kasus korupsi timah rp 300 triliun mulai disidang, 3 eks pejabat ESDM diadili duluan (kompas.com). Diakses pada tanggak 29 Juli 2024. Jam 09.52 AM
Kurnianto, B., Abdusshomad, A., & Kalbuana, N. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan sustainability report. Management Studies And Entrepreneurship Journal, 4(4), 3620–3628. Http://Journal.Yrpipku.Com/Index.Php/Msej
Laksono, D. E., Santos H.L.T, P., Werdhana, R. W., Aynu R, Z., Hestika, A., & Celvin I. (2024). BULETIN INVESTASI, KEUANGAN DAN EKONOMI.
Ludianah, S., Abbas, D. S., & Aulia, T. Z. (2022). Pengaruh profitabilitas, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, dan dewan direksi terhadap sustainability report disclosure. Jurnal Jumbiwara, 1(3).
Nainggolan, J. C. M. (2021). Analisis pengaruh dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, dan kualitas audit terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2019 [Skripsi]. Universitas Katolik Indonesia Atmajaya.
Otoritas Jasa Keuangan. (2014). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04 / 2014.
Otoritas Jasa Keuangan. (2015a). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55/POJK.04 / 2015.
Otoritas Jasa Keuangan. (2015b). Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/SEOJK.04/2015.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04 / 2022.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04 / 2023.
Permatasari, S. Y., & Prastiwi, A. (2023). Pengaruh karakteristik perusahaan dan dewan komisaris terhadap pengungkapan anti korupsi perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Owner: Riset & Jurnal Akuntansi, 7(4), 3494–3509. Https://Doi.Org/10.33395/Owner.V7i4.1638
Prasetia, I. F., & Rozali, R. D. Y. (2016). Pengaruh tenur audit, rotasi audit dan reputasi kap terhadap kualitas audit (Studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2014). Jurnal ASET (Akuntansi Riset), 8(1), 49–60. Https://Doi.Org/10.17509/Jaset.V8i1.4020
Pratomo, D., & Rana, R. A. (2021). Pengaruh kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit terhadap penghindaran pajak. Jurnal Akuntansi, 8(1), 91–103. Https://Doi.Org/10.30656/Jak.V8i1.2487
Putra, Z., Wiridin, D., & Hariyadi, S. (2023). Telaah kritis penyalahgunaan wewenang jabatan (abuse of power) dalam perspektif UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001. Jurnal Interpretasi Hukum, 4(3), 663–671.
Putri, B. A., & Achmad, K. (2020). Pengaruh kepemilkan institusional dan kepemilikan keluarga, terhadap kinerja perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2015. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 9(1).
Putri, D. D., & Yustisi, Y. P. (2022). Mekanisme tata kelola internal dan pengungkapan antikorupsi perusahaan di Indonesia. Jurnal Ekombis Review, 10(2), 1245–1254. Https://Doi.Org/10.37676/Ekombis.V10i2
Rissdiana, J., & Riduwan, A. (2021). Pengaruh corporate governance dan karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan kebijakan anti korupsi. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 12(12). Https://Acch.Kpk.Go.Id
Rokhlinasari, S. (2016). Teori-teori dalam pengungkapan informasi corporate social responbility perbankan. Kampung Jurnal IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Www.Bi.Go.Id
Rusli, Y. M., & Felix, F. (2022). Anti corruption disclosure dan good corporate governance era new normal di Asia Tenggara. Jurnal Administrasi Kantor, X(1), 61–78.
Sari, T.K., Cahaya, F.R. and Joseph, C. (2021), “Coercive pressures and anti-corruption reporting: the case of ASEAN countries”, Journal of Business Ethics,171(3), 495-511.
Silvia, B. M. L. (2019). Pengaruh kualitas audit, keberadaan komite tata kelola, risiko industri, anggota komisaris yang berafiliasi politik dan diversifikasi perusahaan terhadap pengungkapan anti korupsi [Skripsi, Unika Soegijapranata Semarang]. Https://Repository.Unika.Ac.Id/20890/
Siregar, Anitaria. Murwaningsari, Etty. & Arsjah. Regina Jansen. (2025). The determinants of anti-corruption disclosure: Research on Indonesia Stock Exchange. Asian Economic and Financial Review, Asian Economic and Social Society. vol. 15(3). pages 467-486.
Sitorus, N. J., & Ardiati, A. Y. (2017). Pengaruh standar akuntansi keuangan indonesia baru, ukuran kantor akuntan publik, ukuran perusahaan dan umur perusahaan terhadap audit report lag. Modus, 29(2), 139–156. Www.Idx.Ac.Id.
Suparlan. (2019). Analisis pengaruh kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan dengan proporsi dewan komisaris independen sebagai variabel moderating (Studi empiris pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015). Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Syariah (ALIANSI), 2(1).
Tirtasari, I. D. A., & Hartomo, O. D. (2021). Pengaruh GCG dan karakteristik perusahaan terhadap kecenderungan mengungkapkan kebijakan anti korupsi. Jurnal Akuntansi Bisnis, 7(2), 2541–5204.
Yadiati, W., & Mubarok, A. (2017). Kualitas pelapor keuangan: Kajian teoretis dan empiris (Edisi Pertama) (1st Ed.). Kencana.
Yolanda, S., Indra Arza, F., & Halmawati. (2019). Pengaruh audit tenure, komite audit dan audit capacity stress terhadap kualitas audit. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 1(2), 543–555. Http://Jea.Ppj.Unp.Ac.Id/Index.Php/Jea/Issue/View/5
Yuliyanti, A., & Cahyonowati, N. (2023). Pengaruh dewan direksi, dewan komisaris, komisaris independen, komite audit, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan. Diponogoro Journal of Accounting, 12(3), 1–14.
