TEMBOK ABSURDITAS DIGITAL: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP FENOMENA BAHASA BRAINROT SEBAGAI BENTUK RESISTENSI SIMBOLIK GEN Z DAN GEN ALPHA
DOI:
https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8541Keywords:
brainrot, Generasi Z, analisis wacana kritis, anti-bahasa, resistensi simbolikAbstract
Fenomena bahasa brainrot di kalangan Generasi Z sering dikritik sebagai indikator penurunan kognitif akibat konsumsi media digital berlebihan. Penelitian ini menantang pandangan reduktif tersebut dengan menguji hipotesis bahwa brainrot merupakan strategi komunikasi yang disengaja dan terstruktur secara sosiolinguistik. Studi ini bertujuan mengidentifikasi struktur linguistik dan simbolik istilah viral, menganalisis fungsinya sebagai mekanisme eksklusi sosial terhadap generasi yang lebih tua, serta mendeskripsikan absurditas bahasa sebagai bentuk resistensi simbolik terhadap hegemoni budaya formal. Menggunakan pendekatan kualitatif netnografi dan Analisis Wacana Kritis model Fairclough, data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan terhadap konten viral di platform video pendek. Kerangka analitis memadukan konsep anti-language Halliday, relasi kuasa Foucault, dan simulakra Baudrillard. Temuan awal menunjukkan bahwa ketidakjelasan makna dan repetisi dalam brainrot berfungsi sebagai enkripsi sosial yang melindungi ruang privat digital dari intervensi otoritas dewasa. Absurditas bukanlah kegagalan komunikatif, melainkan instrumen resistensi budaya untuk merebut otonomi wacana di tengah dominasi norma konvensional. Penelitian ini memperkaya kajian sosiolinguistik digital serta memberikan perspektif kritis bagi praktisi pendidikan dalam memahami identitas generasi muda di ruang siber



