SENANG, GEMBIRA, DAN BAHAGIA: ANALISIS BERBASIS KORPUS KATA SIFAT IDENTIK DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BIPA
DOI:
https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8574Keywords:
Linguistik korpus, kata sifat, sinonim, BIPAAbstract
Penelitian berbasis korpus ini menganalisis tiga kata sifat bersinonim dalam bahasa Indonesia: senang, gembira, dan bahagia. Korpus yang digunakan adalah korpus LCC Indonesia 2023, CQP Web. Korpus LCC Indonesian 2023 (Leipzig Corpora Collection) merupakan korpus web berukuran besar yang bisa diakses secara gratis dengan jaringan internet. Korpus ini mengumpulkan data dari berbagai sumber daring seperti portal berita, blog, majalah digital, dan forum. LCC Indonesia 2023 mencerminkan bahasa Indonesia kontemporer dalam ragam tulis yang dinamis. Keunggulan korpus ini adalah keragaman bahasa dalam mewakili variasi bahasa yang digunakan masyarakat secara aktual, terutama dalam konteks digital. Peneliti menggunakan pengaturan statistik: Dice coefficient; Jendela: 2 kanan dan 2 kiri. Dengan menggunakan metode linguistik korpus kolokasi dan konkordansi, artikel ini membandingkan penggunaan, makna, dan pola kemunculan tiga kata sifat bermakna identik tersebut untuk mengidentifikasi penggunaan mereka secara tepat pada konteks tertentu. Hasilnya menunjukkan bahwa kata senang paling sering muncul, yaitu sebanyak 108.599 kali. Kata ini sering dipakai untuk menggambarkan perasaan positif seseorang secara umum dan disebabkan oleh faktor dari luar. Lima kata teratas yang ditemukan bersanding dengan senang adalah merasa, hati, mengaku, sangat, dan sekali. Sedangkan gembira, dengan frekuensi kemunculan sebanyak 47.828 kali, dipakai untuk mendeskripsikan perasaan positif intens atau mendalam yang berlangsung relatif pendek dan dipicu oleh faktor dari luar. Kata sifat ini sering dipakai untuk mendeskripsikan perasaan positif anak-anak ketika sedang bermain atau mendapat hadiah. Empat kata teratas yang ditemukan bersanding dengan gembira adalah kabar, menyambut, disambut, dan riang. Sementara bahagia, berada di urutan terakhir dengan frekuensi kemunculan 30.518 kali, dipakai untuk mengungkapkan perasaan positif yang mendalam dan berlangsung lama. Bahagia sering dipakai pada konteks spesial seperti pertunangan atau pernikahan. Lima kata teratas yang ditemukan bersanding dengan bahagia adalah merasa, sejahtera, tersenyum, kabar, dan perasaan. Temuan ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) sehingga para pemelajar BIPA akan bisa menggunakan kata senang, gembira, dan bahagia pada konteks yang tepat.



