https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/issue/feed Psiko Edukasi 2022-06-28T09:54:20SE Asia Daylight Time Yoseph Pedhu j.psikoedukasi@atmajaya.ac.id Open Journal Systems <p>The aim of this journal is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the fields of counseling, education and psychology in all settings. The scope of this journal encompasses the applications of schools counseling, mental health, assessment, supervision in counseling, sexual abuse, violence addition counseling, multi-cultural counseling, crisis intervention, trauma counseling, ICT in counseling, counseling career, spiritual counseling, marriage and family counseling, counseling and psychotherapy, counseling in all setting; Education (teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning, assessment).</p> https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/3494 KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP 177 JAKARTA SELATAN TAHUN AJARAN 2019/2020 2022-06-28T09:54:19SE Asia Daylight Time Anastasia Noengsih tasiaanas923@gmail.com <div>Kemandirian belajar adalah kemampuan siswa dalam merencanakan dan memilih kegiatan belajar, berinisiatif dan memacu diri untuk belajar, bertanggungjawab, dan belajar dengan penuh percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar siswa SMPN 177 Jakarta Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen skala penilaian kemandirian belajar Ujicoba terpakai dilakukan untuk mengetahui reliabilitas instrumen dan validitas pernyataan menggunakan rumus persentase. Diketahui reliabilitas instrumen sebesar 0.968 dan pernyataan valid sebanyak 52 pernyataan dan pernyataan tidak valid sebanyak 12 pernyataan. Subjek penelitian adalah siswa SMPN 177 yang berjumlah 34. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa SMPN 177 memiliki tingkat kemandirian belajar pada klasifikasi tinggi siswa (47%). Berdasarkan hasil analisis rata-rata skor komponen, diketahui bahwa komponen yang paling dominan adalah komponen bertanggung jawab. Peneliti memberikan saran kepada guru BK SMP 177 Jakarta Selatan agar mengadakan konseling individual agar siswa dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam merencanakan kegiatan belajar yang tepat bagi dirinya.</div> 2021-05-28T00:00:00SE Asia Daylight Time ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/3496 HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENYESUAIAN AKADEMIK MAHASISWA ANGKATAN 2019 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS PENDIDIKAN DAN BAHASA UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA 2022-06-28T08:45:48SE Asia Daylight Time Chatarina Chintya Dwianti dwianti.chatarinachintya@gmail.com Yoseph Pedhu yoseph.pedhu@atmajaya.ac.id <div> <p>Kecerdasan emosi adalah kemampuan individu untuk merasakan, memahami dan mengelola perasaan sehingga dapat menggunakannya untuk memandu pikiran dan tindakan. Penyesuaian akademik adalah proses yang dialami oleh seseorang dalam memenuhi tuntutan dan persyaratan akademis secara bermanfaat dan memuaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosi, penyesuaian akademik dan hubungan antara keduanya pada mahasiswa angkatan 2019 Program Studi Bimbingan dan Konseling di UNIKA Atma Jaya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa angkatan 2019 Program Studi Bimbingan dan Konseling memiliki kecerdasan emosi dan penyesuaian akademik yang tinggi. Hasil penelitian ini juga menunjukan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dan penyesuaian akademik yang menggambarkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi, maka semakin baik pula penyesuaian akademik mahasiswa. Variabel kecerdasan emosi memberikan sumbangan sebesar 18% terhadap penyesuaian akademik.&nbsp;</p> </div> 2021-05-15T00:00:00SE Asia Daylight Time ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/3497 PENYESUAIAN DIRI TIGA ALUMNI PENYANDANG DISABILITAS NETRA SELAMA MASA PERKULIAHAN DI FAKULTAS PENDIDIKAN DAN BAHASA UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA JAKARTA 2022-06-28T09:04:58SE Asia Daylight Time Irene Sutedja sutedja.irene@gmail.com Gregorius Bambang Nugroho br.bambang@atmajaya.ac.id <div> <p>Penyesuaian diri ialah suatu usaha atau respon perilaku yang dilakukan individu untuk dapat diterima di lingkungan baru dengan mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang disepakati dalam kelompok baru tersebut sehingga tercapai keselarasan antara individu dengan kelompok. Penelitian ini dilakukan terhadap tiga alumni penyandang disabilitas netra dari Fakultas Pendidikan dan Bahasa Unika Atma Jaya Jakarta dengan kesamaan&nbsp; karakteristik yaitu penyandang disabelitas netra total. Tujuan penelitian ini ialah untuk menjabarkan secara rinci mengenai proses penyesuaian diri yang dilakukan oleh tiga alumni penyandang disabilitas netra sampai memperoleh gelar sarjana, yaitu subjek A, subjek M, dan subjek R. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi dengan catatan anekdot, dokumen, kuesioner, dan wawancara dengan pedoman terstandar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek penelitian mampu melakukan proses penyesuaian diri dengan baik melalui cara yang berbeda-beda sesuai kondisi dirinya masing-masing. Kesimpulan yang diperoleh ialah individu penyandang disabilitas netra memiliki proses penyesuaian diri yang berbeda-beda tergantung dari waktu terjadinya ketunanetraan dan penerimaan serta perlakuan dari lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, disarankan agar penyandang disabilitas netra lain dapat belajar untuk mandiri dan melakukan konseling untuk memantapkan konsep diri dan mengembangkan potensi diri. Bagi lemabaga pendidikan, diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama kepada individu penyandang disabilitas netra dengan menekankan pada kemampuan potensi diri dibandingkan hambatan fisik.</p> </div> 2021-05-16T00:00:00SE Asia Daylight Time ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/3498 HUBUNGAN ANTARA PENGENDALIAN DIRI DAN PROKRASTINASI AKADEMIS SISWA KELAS XI SMA BUNDA HATI KUDUS TAHUN AJARAN 2019/2020 2022-06-28T09:54:20SE Asia Daylight Time Jean Michelle Jenmichlle@gmail.com <div> <p>Kegiatan pembelajaran di sekolah menuntut siswa agar menyelesaikan pekerjaan sekolah yang diberikan oleh guru. Tugas yang diberikan bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa. Namun, fakta di sekolah memperlihatkan masih banyak siswa yang belum mampu mengendalikan dirinya sendiri sehingga mereka lebih mengutamakan perilaku yang membuat dirinya senang dari pada melakukan kewajiban mereka. Pengendalian diri adalah kemampuan yang dimiliki individu dalam mengendalikan perilaku dengan cara menunda kepuasan, mengantisipasi dan menafsirkan peristiwa serta mengendalikan keputusan yang akan diambil. Prokrastinasi akademis adalah penundaan yang dilakukan siswa dalam memulai atau menyelesaikan tugas sekolah dikarenakan ketidaksesuaian antara rencana dan kinerja aktual dengan melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan sehingga menyebabkan keterlambatan dalam pengumpulan tugas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pengendalian diri para siswa, mengetahui prokrastinasi akademis dan hubungan antara pengendalian diri dan prokrastinasi akademis siswa kelas XI SMA Bunda Hati Kudus. Instrumen pengendalian diri terdiri 43 pernyataan dari, 50 pernyataan yang dinyatakan valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,950. Instrumen prokrastinasi akademis terdiri dari 37 pernyataan dari, 42 pernyataan yang dinyatakan valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,947. Berdasarkan hasil analisis korelatif antara variabel pengendalian diri dan prokrastinasi akademis diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,395 dengan nilai p sebesar 0,003. Hasil tersebut menunjukkan nilai probabilitas kesalahan (p) yang didapat lebih kecil dari taraf signifikan yang ditentukan sebesar 0,05. Dari hasil penelitian ini terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara pengendalian diri dan prokrastinasi akademis. Semakin tinggi pengendalian diri yang dimiliki maka semakin rendah prokrastinasi akademis siswa. sumbangan variabel pengendalian diri terhadap prokrastinasi akademis siswa kelas 11 SMA BHK sebesar 16%. Saran kepada guru BK SMA Bunda Hati Kudus adalah memberikan bimbingan klasikal seperti tips dan trick mengatasi penundaan pengerjaan tugas, dampak buruk prokrastinasi akademis, dan pentingnya pengendalian diri untuk mengerjakan tugas tepat waktu. Selain itu guru BK juga dapat memberikan bimbingan kelompok atau konseling individual bagi anak yang memiliki kebiasaan melakukan prokrastinasi akademis atau siswa yang sering terlambat dalam pengumpulan tugas.</p> </div> 2021-05-16T00:00:00SE Asia Daylight Time ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/3499 KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA ANAK DENGAN GANGGUAN ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) 2022-06-28T09:27:47SE Asia Daylight Time Lisa Gunawan lisagunawan45@gmail.com <div> <p>Komunikasi interpersonal anak dengan gangguan ADHD menjadi sangat terbatas karena adanya hambatan dalam proses berpikir sehingga anak sulit mengintegrasikan audio dan visual serta berpikir mengenai orang lain. Tiga ciri utama anak dengan gangguan ADHD adalah kesulitan dalam pemusatan perhatian, impulsivitas dan hiperaktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal pada anak dengan gangguan ADHD. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kepustakaan. Studi kepustakaan ini mengumpulkan berbagai teori sebagai data yang bersumber dari buku-buku yang berkaitan dengan ADHD serta jurnal-jurnal hasil penelitian sebelumnya tentang ADHD dan hambatan komunikasi interpersonal yang dirangkum dalam sebuah kartu data. Teknik analisis data bersifat induktif yaitu menganalisis semua data yang diperoleh, dikembangkan dan dibuat kesimpulan. Hasil yang didapat dari studi ini adalah bahwa anak dengan gangguan ADHD dengan hambatan komunikasi interpersonal yang berasal dari karakteristik gangguan tersebut bukan disebabkan karena keterlambatan berbahasa atau pengalaman traumatis. Oleh sebab itu, peran orangtua dan guru dalam mendampingi anak dengan gangguan ADHD adalah untuk mengembangkan komunikasi interpersonalnya.&nbsp;</p> </div> 2021-05-16T00:00:00SE Asia Daylight Time ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/3500 AKTIVITAS MOTORIK DUA SISWA DOWN SYNDROME KELAS 3 SLB C DIAN GRAHITA JAKARTA 2022-06-28T09:31:27SE Asia Daylight Time Lusia Suryati Lusiasuryati290@gmail.com <div> <p>Aktivitas motorik adalah suatu aktivitas yang dilakukan dengan penggunaan tangan yang memerlukan koordinasi antara otot jari tangan, otot bahu, dan pengendalian pergelangan tangan. Down syndrome merupakan suatu bentuk hambatan yang ditandai oleh keterbelakangan mental. Down syndrome terjadi karena terdapat kelebihan sebuah kromosom ke-21. Kromosom tambahan ini terjadi karena gen-gen yang terkandung di dalamnya menyebabkan protein-protein tertentu terbentuk secara berlebihan di dalam sel. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas motorik yang mampu dilakukan anak penyandang down syndrome di sekolah luar biasa bagian C Dian Grahita. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase kemampuan yang diperoleh kedua subjek tergolong tinggi, yaitu subjek Pi sebanyak 73,39% dan subjek Ch sebanyak 64,10%. Hal ini berarti kedua subjek telah mampu melakukan aktivitas motorik yang melibatkan pengendalian otot jari tangan, pengendalian otot bahu, dan pengendalian pergelangan tangan dengan baik.</p> </div> 2022-06-28T00:00:00SE Asia Daylight Time ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/3501 SIKAP SISWA SMA TERHADAP PROFESI GURU 2022-06-28T09:46:09SE Asia Daylight Time Maria Claudia Wahyu Trihastuti maria.claudia@atmajaya.ac.id Clara Ika Sari Budhayanti clara.ika@atmajaya.ac.id M. Francine Avanti Samino francine.avanti@atmajaya.ac.id Paulina Chandrasari Kusuma paulina.cs@atmajaya.ac.id V. M. Nilawati Hadisantosa nilawati.hs@atmajaya.ac.id <div> <p>Sikap terhadap profesi guru adalah evaluasi positif atau negatif secara kognitif, afeksi, dan psikomotorik terhadap profesi guru yang terkait kompetensi guru (pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial) dan kompensasi serta penghargaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sikap siswa SMA dan SMK di Jabodetabek terhadap profesi guru. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 50 siswa sebagai sampel ujicoba dan 414 siswa sebagai sampel penelitian dari lima sekolah swasta di Jakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan komponen dan karakteristik sikap yang dikaitkan dengan kompetensi guru serta kompensasi dan penghargaan. Berdasarkan hasil ujicoba diketahui bahwa dari 50 pernyataan, terdapat 43 pernyataan valid dengan koefisien realibilitas instrumen sebesar 0,956. Data penelitian diolah dengan menggunakan statistik deskriptif.</p> <p>&nbsp;Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 92 siswa (22%) memiliki sikap yang sangat positif terhadap profesi guru, 259 (63%) siswa memiliki sikap positif, 58 (14%) siswa memiliki sikap cukup positif, 5 (1%) siswa memiliki sikap kurang positif, dan tidak ada siswa yang memiliki sikap negatif terhadap profesi guru. Indikator yang dinilai positif oleh siswa yaitu indikator gaji guru yang memadai dan indikator profesi guru dihargai masyarakat. Indikator yang terkait dengan kompetensi kepribadian yang dinilai positif adalah kepribadian utuh, seperti kebiasaan guru berpakaian rapi dan sopan. Kompetensi sosial guru yang dinilai positif adalah kemampuan guru dalam mempengaruhi siswa untuk berubah ke arah yang baik namun guru dinilai kurang mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa. Kompetensi profesional guru yan dinilai positif antara lain terkait dengan penguasaan materi yang diajarkan namun guru dinilai kurang mampu mengembangkan pengetahuan yang telah dimilikinya. Kompetensi pedagogik guru cenderung dinilai kurang positif oleh siswa, antara lain guru dinilai kurang tegas, belum mampu mengajar sesuai dengan gaya belajar dan karakteristik siswa, kurang menguasai keterampilan mengajar, serta kurang mampu menyampaikan materi dengan menarik dan kreatif.</p> <p>Saran diberikan kepada kepala sekolah, guru, dan kepala program studi Fakultas Pendidikan dan Bahasa Unika Atma Jaya: (1) Kepala sekolah hendaknya menyusun program pengembangan sumber daya guru terutama yang terkait dengan peningkatan kompetensi pedagogik. Pembinaan kompetensi pedagogik guru hendaknya dilakukan secara kontinu dan berkelanjutan agar pelaksanaan proses pembelajaran lebih efektif dan guru lebih kreatif dalam menggunakan metode pembelajaran; (2) Guru diharapkan secara terus menerus mengembangkan keilmuan yang telah dimiliki sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan; dan (3) Kepala program studi beserta tim penyusun kurikulum hendaknya memperkaya kurikulum dengan menambah bobot mata kuliah yang terkait keterampilan mengajar calon pendidik.</p> </div> 2021-05-17T00:00:00SE Asia Daylight Time ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/3502 HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DAN PENYESUAIAN AKADEMIK MAHASISWA ANGKATAN 2019 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING, FAKULTAS PENDIDIKAN DAN BAHASA, UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA 2022-06-28T09:53:20SE Asia Daylight Time Widyadhara Tri Anggana Widyadharagana@gmail.com Yoseph Pedhu yoseph.pedhu@atmajaya.ac.id <div> <p>Penyesuaian akademik adalah kemampuan mahasiswa/i untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan perkuliahannya dan mampu menyelesaikan masalah-masalah akademik dan mampu mencapai prestasi akademiknya. Regulasi diri adalah upaya individu untuk mengatur diri dalam suatu aktivitas dengan&nbsp;mengikutsertakan kemampuan pikiran, perasaan, dan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat regulasi diri, penyesuaian akademik, dan hubungan antara kedua variabel. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2019 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional. Berdasarkan hasil uji coba instrumen regulasi diri memiliki reliabilitas instrumen sebesar 0,914 dan instrumen penyesuaian akademik dengan reliabilitas instrumen 0,923. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara regulasi diri dan penyesuaian akademik. Variabel regulasi diri memberikan sumbangan sebesar 68% terhadap variabel penyesuaian akademik.</p> </div> 2021-05-18T00:00:00SE Asia Daylight Time ##submission.copyrightStatement##