Analisis Google Trends mengungkap kesenjangan literasi kesehatan sistemik dalam respons publik terhadap infeksi cacing di Indonesia

Authors

  • Rizma Adlia Syakurah Universitas Sriwijaya
  • Siti Halimatul Munawarah Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.25170/djm.v25i2.7810

Keywords:

Google Trends, health belief model, infeksi cacing, literasi kesehatan

Abstract

Pendahuluan: Pada Juli 2025, pemberitaan nasional mengenai kematian Raya, seorang anak kurang gizi asal Sukabumi, Jawa Barat, yang ditemukan mengalami infeksi cacing berat, menimbulkan perhatian luas di Indonesia. Meskipun infeksi soil-transmitted helminth dapat dicegah melalui pemberian obat cacing dan perbaikan sanitasi, penularan masih ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Penelitian ini menganalisis respons digital masyarakat Indonesia terhadap peristiwa tersebut menggunakan Google Trends dan menafsirkan perilaku pencarian melalui kerangka literasi kesehatan dan perilaku kesehatan.

Metode: Penelitian infodemiologi ini menggunakan data Google Trends di Indonesia. Aktivitas pencarian dianalisis pada 15–22 Agustus 2025, meliputi periode baseline (15–17 Agustus) dan periode peningkatan perhatian publik (18–22 Agustus) setelah pemberitaan media nasional. Kata kunci dianalisis dalam dua klaster perbandingan, yaitu klaster penyakit/pengobatan (‘cacing’, ‘cacingan’, ‘obat cacing’) dan klaster berorientasi sistem kesehatan (‘cacing’, ‘cacingan’, ‘BPJS’, ‘puskesmas’). Relative Search Volume (RSV) dan related queries dianalisis dan dikategorikan secara tematik. Temuan diinterpretasikan menggunakan Model Literasi Kesehatan Nutbeam dan Health Belief Model.

Hasil: Minat pencarian meningkat tajam pada istilah yang berkaitan dengan penyakit dan pengobatan. Kata kunci ‘cacing’ mencapai puncak RSV 100 pada 21 Agustus 2025, sedangkan ‘cacingan’ menunjukkan peningkatan relatif terbesar dari baseline (+1250,0%). Peningkatan pada ‘BPJS’ (+50,0%) dan ‘puskesmas’ (+51,9%) jauh lebih kecil. Related queries yang berasal dari kata kunci terkait penyakit terutama berorientasi fungsional dan kuratif, dengan sangat sedikit pencarian sistemik yang mengaitkan kejadian tersebut dengan aktor pelayanan kesehatan.

Simpulan: Pola pencarian yang diamati lebih konsisten dengan orientasi literasi kesehatan fungsional dan interaktif dibandingkan orientasi kritis atau sistemik. Temuan ini mencerminkan perilaku pencarian daring yang teragregasi, bukan pengukuran langsung literasi kesehatan individu. Analisis Google Trends dapat memberikan gambaran waktu nyata mengenai pencarian informasi kesehatan masyarakat dan mendukung strategi komunikasi yang secara lebih eksplisit menghubungkan informasi penyakit dengan pencegahan dan layanan kesehatan yang tersedia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. World Health Organization. Ending the neglect to attain the Sustainable Development Goals: A road map for neglected tropical diseases 2021–2030 [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2021. Available from: https://www.who. int/publications/i/item/9789240010352

2. Ipa M, Isnani T, Girsang VI, Amila, Harianja ES, Purba Y, et al. Soil-transmitted helminth infections and anemia in children attending government run schools on Samosir Island, Indonesia. Parasite Epidemiol Control. 2024;25:e00344.

3. Astuti EP, Hendri J, Yuliasih Y, Sulaeman RP, Isnani T, Saputra S, et al. Prevalence and risk factors of soil transmitted helminth infections among school-aged children in Garut, Indonesia: insights from a six-year deworming intervention. Asian Pac J Trop Med. 2024;17(12):527–35.

4. Djuardi Y, Lazarus G, Stefanie D, Fahmida U, Ariawan I, Supali T. Soil-transmitted helminth infection, anemia, and malnutrition among preschool-age children in Nangapanda subdistrict, Indonesia. PLoS Negl Trop Dis. 2021;15(6):e0009506.

5. Sunarpo JH, Ishartadiati K, Al Aska AA, Sahadewa S, Sanjaya A. The impact of soil-transmitted helminths infection on growth impairment: systematic review and meta analysis. Healthc Low Resour Settings. 2023;11(2):11742.

6. Kementerian Kesehatan Republik Indo-nesia. Balita R meninggal dunia akibat sepsis [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2025 Aug 25. Available from: https://kemkes.go.id/id/balita-r-meninggal-dunia-akibat-sepsis

7. Nutbeam D, Lloyd JE. Understanding and responding to health literacy as a social determinant of health. Annu Rev Public Health. 2021;42:159–73.

8. Algifari MH, Zachary L, Yuliani RP, Aditama H, Kristina SA. Digital health literacy and its associated factors in gene-ral population in Indonesia. Indonesian Journal of Pharmacy. 2024;35(2):355–62.

9. Ningrum EW, Lusmilasari L, Huriyati E, Marthias T, Hasanbasri M. Improving maternal health literacy among low-income pregnant women: A systematic review. Narra J. 2024;4(2):e886.

10. Wilandika A, Sanusi S, Karomah A. Health literacy and self-care management in community health facilities. J Nurs Sci Update. 2024;12(2):103–12.

11. Louart S, Bonnet E, Ridde V. Is patient navigation a solution to the problem of ‘leaving no one behind’? A scoping review of evidence from low-income countries. Health Policy Plan. 2021;36(1):101–16.

12. Alyafei A, Easton-Carr R. The Health Belief Model of Behavior Change. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan– [updated 2024 May 19]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK606120/

13. Mavragani A, Ochoa G. Google Trends in infodemiology and infoveillance: methodology framework. JMIR Public Health Surveill. 2019;5(2):e13439.

14. Alibudbud R. Google Trends for health research: Its advantages, application, methodological considerations, and limitations in psychiatric and mental health infodemiology. Front Big Data. 2023;6:1132764.

15. Ming WK, Huang F, Chen Q, Liang B, Jiao A, Liu T, et al. Understanding health communication through Google Trends and news coverage for COVID-19: multi-national study in eight countries. JMIR Public Health Surveill. 2021;7(12): e26644.

16. Google. FAQ about Google Trends data [Internet]. Google Trends Help. Available from: https://support.google.com/trends/ answer/4365533

17. Pratiwi AB, Setiyaningsih H, Kok MO, Hoekstra T, Mukti AG, Pisani E. Is Indonesia achieving universal health coverage? Secondary analysis of national data on insurance coverage, health spending and service availability. BMJ Open. 2021;11(10):e050565.

18. Wulandari RD, Laksono AD, Zuardin Z, Rohmah N, Dahlui M. Socioeconomic disparities in primary healthcare utilization in Eastern Indonesia. Clin Epidemiol Glob Health. 2025;35:102154.

19. Asante A, Cheng Q, Susilo D, Satrya A, Haemmerli M, Fattah RA, et al. The benefits and burden of health financing in Indonesia: analyses of nationally representative cross-sectional data. Lancet Glob Health. 2023;11(5):e770–80.

20. Agustina R, Dartanto T, Sitompul R, Susiloretni KA, Suparmi, Achadi EL, et al. Universal health coverage in Indonesia: concept, progress, and challenges. Lancet. 2019;393(10166):75–102.

Published

2026-08-25

How to Cite

1.
Syakurah RA, Munawarah SH. Analisis Google Trends mengungkap kesenjangan literasi kesehatan sistemik dalam respons publik terhadap infeksi cacing di Indonesia. DJM [Internet]. 2026 Aug. 25 [cited 2026 Aug. 26];25(2):103-1. Available from: https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/damianus/article/view/7810