GLOBALISASI DAN LOKALITAS: NEGOSIASI DALAM PENAMAAN PENGINAPAN DI KAWASAN MANDALIKA, KABUPATEN LOMBOK TENGAH, KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK
DOI:
https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8575Keywords:
Linguistik Lanskap, Mandalika, penginapanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola penamaan penginapan dalam lanskap linguistik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Fokus utama penelitian adalah menganalisis representasi bahasa serta struktur sintaktis yang digunakan dalam penamaan penginapan, khususnya berdasarkan pola diterangkan–menerangkan (DM) dan menerangkan–diterangkan (MD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode dokumentasi melalui pemotretan papan nama penginapan di ruang publik. Data yang diperoleh sebanyak 59 nama penginapan kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori bahasa lokal dan Indonesia, bahasa asing, serta non kategori, serta dianalisis berdasarkan pola struktur penamaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap linguistik di KEK Mandalika tidak bersifat netral, melainkan mencerminkan dinamika sosial, ekonomi, dan ideologis yang kuat. Dari segi kategori bahasa, ditemukan adanya kecenderungan dominasi bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, meskipun unsur bahasa lokal dan Indonesia masih tetap hadir dalam jumlah terbatas. Dari segi struktur, pola menerangkan–diterangkan (MD) sangat dominan dengan persentase 90%, sedangkan pola diterangkan–menerangkan (DM) hanya mencapai 7%, dan sisanya 3% merupakan pola campuran. Dominasi pola MD menunjukkan kuatnya pengaruh globalisasi yang tidak hanya memengaruhi pilihan bahasa, tetapi juga struktur sintaktis dalam praktik penamaan.



