NEGOSIASI IDENTITAS LINGUISTIK GENERASI MUDA MULTIETNIK DALAM EKOLOGI BAHASA DIGITAL DI KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8589Keywords:
campur kode, alih kode, ekologi bahasa digital, identitas linguistik, PringsewuAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan negosiasi identitas linguistik generasi muda multietnik dalam ekologi bahasa digital di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Fokus penelitian diarahkan pada praktik campur kode dan alih kode bahasa daerah dalam komentar digital pada media sosial Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian berupa 20 komentar digital yang mengandung unsur Bahasa Jawa, Bahasa Lampung, Bahasa Sunda, dan bahasa populer digital. Data dikumpulkan melalui observasi digital nonpartisipan, dokumentasi komentar, dan pencatatan linguistik. Komentar dijadikan sebagai unit analisis utama, sedangkan judul konten atau unggahan digunakan sebagai konteks untuk memahami latar komunikasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Kerangka analisis mengacu pada sosiolinguistik interaksional, kompetensi komunikatif, dan ekologi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kebahasaan generasi muda multietnik di Pringsewu bersifat dinamis, multibahasa, dan kontekstual. Bahasa Indonesia cenderung menjadi bahasa utama komunikasi, tetapi sering disisipi unsur bahasa daerah untuk mengekspresikan kedekatan sosial, humor, solidaritas kelompok, dan identitas budaya lokal. Bahasa Jawa ditemukan paling dominan dalam komentar digital, baik pada konteks informal maupun semi-formal, sehingga berfungsi sebagai bahasa penghubung sosial. Sementara itu, Bahasa Lampung lebih banyak muncul sebagai simbol identitas budaya melalui salam lokal, humor, dan ungkapan khas daerah. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang ekologis tempat bahasa daerah tidak sepenuhnya bergeser, tetapi beradaptasi secara fleksibel, simbolik, dan kontekstual dalam budaya komunikasi digital generasi muda.



