VARIASI LEKSIKAL BAHASA DAWAN SEBAGAI RUMPUN BAHASA AUSTRONESIA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8590Keywords:
kosakata dasar Swadesh, etimon, glosaAbstract
Suku Dawan disebut dengan nama suku Atoni Pah Meto yang bertutur dalam bahasa Dawan. Bahasa Dawan merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi variasi leksikal bahasa Dawan dan refleksi Proto Austronesia di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Metode dalam riset ini dilakukan dengan survei lapangan sebagai teknik pengumpulan data. Data riset dikumpulkan dengan menggunakan daftar tanyaan dialektologi yang dibakukan dan divalidasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud, yang berisi 200 kosakata dasar Swadesh dan 343 kosakata budaya dasar yang terdiri dari 52 kosakata bagian tubuh, 25 kosakata sistem kekerabatan, 98 kosakata gerak dan kerja, 52 kosakata bilangan, 48 kosakata rumah dan bagiannya, dan 68 kosakata tanaman, halaman, dan pepohonan. Dalam riset ini digunakan 200 kosakata dasar Swadesh. Lokasi observasi riset ini dilakukan di tiga desa, yaitu Desa Teun di Belu, Desa Hautes di Timor Tengah Utara, dan Desa Teunbaun di Kupang. Data riset terdiri dari tiga titik pengamatan (TP). Hasil riset ini menunjukkan bahwa variasi leksikal dalam bahasa Dawan yang dominan memiliki satu etimon, yaitu 131 glosa (65,5%). Contoh: penutur bahasa Dawan di tiga titik pengamatan (1-3) menggunakan kata hutan dengan kata [nasi]. Adapun 55 glosa (27,5%) memiliki dua etimon (etimon pertama/E-1 dan etimon kedua/E-2), seperti glosa ia memiliki dua etimon, yaitu kata E-1 dengan bentuk kata [in] yang digunakan oleh penutur di TP 1-2 dan E-2 dengan bentuk kata [hɔ] yang digunakan penutur di TP 3. Sementara itu, 14 glosa (7%) memiliki tiga etimon (etimon pertama/E-1, etimon kedua/E-2, dan etimon ketiga/E-3). Contoh: glosa basah mempunyai tiga etimon (etimon pertama/E-1 dengan bentuk kata [makrɛ] yang digunakan oleh penutur di TP 1, etimon kedua/E-2 dengan bentuk kata [nlose] yang digunakan oleh penutur di TP 2, dan etimon ketiga/E-3 dengan bentuk kata [papeʔəʔ] yang digunakan oleh penutur di TP 3. Glosa dengan jumlah etimon yang banyak menunjukkan betapa beragamnya bahasa Dawan. Selain itu, bahasa Dawan memiliki bunyi vokal dan konsonan yang berbeda. Bahasa Dawan menunjukkan kesamaan bentuk dengan Proto Austronesia, seperti glosa batu dengan bentuk kata [fatu] yang merupakan cerminan dari Proto Austronesia (PAN), yaitu *batuʔ.



