PENGIMPLISITAN MAKNA BAGI KOMPONEN KATA KERJA PERINTAH DALAM AL-QUR’AN
DOI:
https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8593Keywords:
Al-Qur’an, Perintah, Terjemahan, Eksplisit, ImplisitAbstract
Kegiatan penerjemahan umumnya memprioritaskan makna dan isi teks sumber agar dapat dipahami oleh pembaca teks sasaran menggunakan berbagai konteks bahasa. Perbedaan sistem bahasa antara teks sumber dan teks sasaran merupakan masalah yang sering ditemukan dalam memperoleh kesesuaian makna alami antara kedua teks tersebut. Di antara kendala dalam memperoleh kesesuaian makna yang sering ditemukan adalah menentukan makna eksplisit dan implisit teks sumber dalam pemilihan kata pada teks sasaran. Penelitian ini berjudul 'Makna Implisit Komponen Kata Kerja Imperatif dalam Al-Qur'an'. Kata kerja imperatif merupakan golongan kata yang sangat identik dengan Al-Qur'an karena secara langsung terkait dengan hukum. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis makna implisit dan eksplisit kata 'Amsik' yang berarti 'bertahan' dalam bentuk kata kerja imperatif. Berdasarkan tema keluarga, kata 'Amsik' diterjemahkan dalam empat bentuk. Untuk melengkapi analisis data, penelitian ini menerapkan Strategi Makna Implisit Klaudy dan Károly untuk menganalisis makna eksplisit dan implisit kata 'Amsik'. Strategi implisitisasi makna menurut Klaudy dan Károly menekankan bahwa penerjemahan bukan hanya tentang menambahkan penjelasan, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk mengurangi keeksplisitan secara terkontrol tanpa memengaruhi pemahaman makna. Menurut Klaudy dan Károly, bentuk implisitisasi makna dapat terjadi dalam beberapa cara, antara lain; i) Penghilangan unsur leksikal, ii) Pengurangan penjelasan tambahan, dan iii) Penggunaan bentuk referensi yang lebih sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan makna pada terjemahan kata ‘Amsik’ dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Hanya satu kata ‘Amsik’ yang diterjemahkan secara eksplisit, yaitu data surah kedua, ayat -231 (S002A231) yang diterjemahkan ‘Kamu harus berpegang teguh’. Sedangkan sisanya diterjemahkan secara implisit, yaitu pada data S004S015 yang diterjemahkan sebagai ‘maka kurunglah mereka’, S033A037 yang diterjemahkan sebagai ‘Jangan bercerai’ dan data S065A002 yang diterjemahkan sebagai ‘Kamu boleh kembali’. Melalui hasil penelitian ini, jelas bahwa ketiga cara yang disebutkan di atas memengaruhi bentuk makna implisit untuk kata 'Amsik' dalam terjemahan Al-Qur'an. Jelas bahwa makna implisit terjadi secara menyeluruh dalam terjemahan Al-Qur'an.



