BAHASA MAKIAN DALAM KOLOM KOMENTAR YOUTUBE TEMPODOTCO SEGMEN BOCOR ALUS POLITIK: ANALISIS BENTUK DAN REFERENSI DALAM SOSIOLINGUISTIK

Penulis

  • Astrid Yulinda Putri Universitas Sriwijaya
  • Fikri Fikri Universitas Sriwijaya
  • Muhammad Yazir Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8521

Kata Kunci:

makian, sosiolingusitik, komentar Youtube, politik digital, resistensi politik

Abstrak

Fenomena penggunaan bahasa makian di media sosial mengalami perkembangan yang signifikan seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam diskursus politik digital. Dalam konteks komunikasi daring, makian tidak lagi dipahami semata-mata sebagai bentuk pelanggaran norma kesantunan berbahasa, melainkan sebagai strategi ekspresif untuk menyampaikan kritik, ketidakpercayaan politik, kemarahan kolektif, hingga resistensi terhadap kekuasaan. Salah satu ruang digital yang memperlihatkan fenomena tersebut ialah kolom komentar Youtube Tempodotco pada segmen “Bocor Alus Politik”, yang memuat berbagai isu investigatif mengenai kekuasaan, kebijakan publik, dan relasi politik di Indonesia. Karakteristik konten yang bersifat provokatif dan investigatif mendorong munculnya respons verbal yang agresif, termasuk penggunaan maian oleh netizen dalam menanggapi isu-isu yang dibahas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan referensi makian yang digunakan masyarakat dalam kolom komentar Youtube Tempodotco segmen Bocor Alus Politik (BAP). Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik digital, digunakan dalam penelitian ini. Sumber data penelitian berupa komentar netizen pada sepuluh video segmen BAP periode Februari hingga April 2026. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian diklasifikasikan berdasarkan bentuk lingual dan referensi makian yang digunakan penutur dalam konteks komunikasi digital. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk makian berupa kata dan frasa serta referensi makian yang muncul dalam interaksi politik daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk makian terdiri atas bentuk kata dan frasa, dengan dominasi bentuk kata sebagai ekspresi spontan dalam merespons isu politik yang berkembang. Sementara itu, referensi makian yang ditemukan meliputi keadaan, binatang, makhluk halus, benda, bagian tubuh, aktivitas, dan profesi. Temuan ini memperlihatkan adanya perluasan referensi makian dalam diskursus politik digital, khususnya pada kategori aktivitas dan profesi yang digunakan untuk menyerang legitimasi tokoh politik, institusi negara, maupun praktik kekuasaan tertentu. Penggunaan makian dalam kolom komentar tidak hanya berfungsi sebagai luapan emosi, tetapi juga menjadi representasi kritik sosial, ekspresi ideologis, dan bentuk resistensi masyarakat terhadap realitas politik yang dianggap problematis. Melalui penelitian ini, bahasa makian dalam media sosial merupakan fenomena sosiolinguistik yang kompleks dan berkaitan erat dengan dinamika kekuasaan serta budaya komunikasi digital masyarakat Indonesia.  

Diterbitkan

2026-10-22