MEDIASI ALGORITMIK DAN KONSTRUKSI MULTIMODAL OTORITAS DAN PERSUASI MASKULIN “LEARN ARABIC WITH KHASU” DI PLATFORM YOUTUBE

Penulis

  • Dini Arifa Ayunisa Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8530

Kata Kunci:

multimodalitas, otoritas maskulin, pembelajaran bahasa Arab, , analisis wacana digital

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi otoritas maskulin dalam konten pembelajaran bahasa Arab pada saluran YouTube Learn Arabic with Khasu melalui pendekatan analisis multimodal. Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa otoritas dalam ruang digital tidak hanya dibangun melalui bahasa verbal, melainkan melalui orkestrasi berbagai mode semiotik yang bekerja secara simultan, meliputi mode verbal, visual, audio, dan komposisional. Data penelitian berupa 12 video terpilih dengan total 186 ujaran yang ditranskripsi dan dianalisis secara kualitatif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi otoritas maskulin direproduksi secara sistematis melalui pilihan leksikal bahasa Arab, khususnya penggunaan bentuk gramatikal maskulin jamak dan sapaan kolektif maskulin. Dari total data, 74 ujaran (39,7%) secara eksplisit menggunakan penanda maskulin seperti yā ikhwan dan antum. Selain itu, struktur imperatif maskulin mendominasi pola komunikasi, memperlihatkan relasi kuasa yang jelas antara pembicara dan audiens. Repetisi ujaran seperti hādzā muhim jiddan (27 kali) menunjukkan strategi pedagogis berbasis penegasan dan internalisasi makna. Secara visual, otoritas dikonstruksi melalui penggunaan direct gaze dalam 81% segmen, gestur direktif seperti telunjuk menunjuk kamera, serta framing medium close-up yang memberikan nilai salience tinggi pada wajah dan gestur tangan. Elemen-elemen ini membangun relasi dominasi yang dikemas dalam kedekatan pedagogis. Dari sisi audio, kontrol intonasi, penekanan dramatis, serta manipulasi volume suara berfungsi mengarahkan perhatian dan memperkuat legitimasi instruksional. Pada level komposisional, desain studio yang menyerupai ruang akademik formal, pencahayaan frontal terang, serta thumbnail kontras tinggi berperan sebagai sinyal profesionalitas sekaligus strategi visibilitas algoritmik. Konsistensi durasi video (8–12 menit) dan pola unggahan rutin menunjukkan integrasi antara performa pedagogis dan logika platform digital. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa otoritas maskulin dalam konten pembelajaran bahasa Arab tersebut merupakan hasil orkestrasi multimodal yang terencana dan koheren. Maskulinitas tidak tampil sebagai atribut biologis semata, melainkan sebagai performa pedagogis yang diproduksi, direproduksi, dan diperkuat melalui kombinasi bahasa, gestur, tatapan, prosodi, serta strategi algoritmik. Temuan ini memperkaya kajian analisis wacana multimodal dengan menunjukkan bagaimana identitas dan otoritas dinegosiasikan dalam ekosistem media digital. 

Diterbitkan

2026-10-22