PENGARUH CREAKY VOICE TERHADAP KONSONAN HAMBAT LETUP BAHASA INDONESIA: SEBUAH STUDI PENDAHULUAN

Penulis

  • Muhammad Fuad Izzatulfikri Universitas Indonesia
  • Isna Maratu Rodiyah Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8556

Kata Kunci:

Creaky Voice, Konsonan Hambat Letup, Voice Onset Time, Cepstral Peak Prominence, Bahasa Indonesia

Abstrak

Penelitian ini berfokus pada bidang fonetik dan fonologi, khususnya mengkaji interaksi antara kualitas suara suprasegmental dengan fitur segmental dalam bahasa Indonesia. Secara spesifik, studi ini menyelidiki bagaimana penggunaan creaky voice (suara parau) memengaruhi realisasi akustik dari konsonan hambat letup, terutama pada fitur pre-voicing yang menjadi penciri utama konsonan bersuara dalam bahasa Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi ketahanan sistem fitur bunyi bahasa Indonesia terhadap variasi fonasi atau kualitas suara non-modal. Peneliti ingin melihat apakah produksi konsonan hambat bersuara (seperti /b, d, g/) yang membutuhkan aliran udara stabil untuk mempertahankan pre-voicing dapat tetap terjaga ketika diproduksi bersamaan dengan creaky voice yang secara fisiologis justru menghambat aliran udara melalui penyempitan glotis yang rapat. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi pengaburan kontras fonemik yang dapat terjadi akibat perubahan kualitas suara tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental. Variabel bebas yang diuji adalah tipe fonasi (modal dan creaky), sedangkan variabel terikatnya adalah nilai Cepstral Peak Prominence (CPP) untuk validasi data dan durasi Voice Onset Time (VOT) untuk analisis akustik. Partisipan diminta membacakan kalimat pembawa (sentence carrier) yang mengandung kata target dengan distribusi konsonan /b/ dan /p/ di posisi awal, tengah, dan akhir kata. Proses validasi menggunakan kriteria nilai CPP di atas 9 dB untuk fonasi modal dan di bawah 6 dB untuk creaky voice. Data yang valid kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak PRAAT. Hasil studi pendahuluan menunjukkan adanya penurunan nilai CPP yang konsisten pada fonasi creaky, yang mengindikasikan peningkatan kebisingan aperiodik. Ditemukan fenomena pemendekan durasi VOT dan penghilangan suara parsial pada konsonan bersuara, di mana nilai VOT mendekati nol sehingga konsonan /b/ secara akustik menjadi serupa dengan konsonan /p/. Hal ini berimplikasi pada potensi kesulitan pendengar dalam membedakan pasangan kata minimal tanpa bantuan konteks kalimat. Peneliti menyarankan perlunya uji coba lanjutan dengan peralatan perekaman standar laboratorium dan jumlah partisipan yang lebih luas untuk meningkatkan reliabilitas temuan.

Diterbitkan

2026-10-22