GRADUATION SEBAGAI STRATEGI INTENSIFIKASI MAKNA DALAM IKLAN KULINER DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8559Kata Kunci:
graduation, iklan kuliner digital, intensifikasi maknaAbstrak
Penelitian ini mengkaji graduation sebagai strategi intensifikasi makna dalam iklan kuliner digital khas Semarang. Perkembangan media digital mendorong penggunaan bahasa promosi yang semakin persuasif dan evaluatif untuk membangun citra produk, pengalaman emosional, dan ketertarikan konsumen. Penelitian dianalisis menggunakan perspektif Linguistik Sistemik Fungsional, khususnya teori appraisal pada subsistem graduation yang dikembangkan Martin & White (2005) dan Martin & Rose (2007). Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk realisasi graduation, menjelaskan fungsi intensifikasi makna, dan menginterpretasikan peran graduation sebagai strategi persuasif dalam iklan kuliner digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks iklan kuliner khas Semarang pada media digital. Data berupa kata, frasa, dan klausa yang merealisasikan graduation dianalisis melalui metode padan dan agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa graduation direalisasikan melalui dua kategori utama, yaitu force dan focus. Aspek force tampak dominan melalui penggunaan intensifier, attitudinal lexis, ungkapan hiperbolik, repetisi, dan penanda temporal untuk memperkuat kualitas rasa, popularitas, dan citra produk. Sementara itu, aspek focus digunakan untuk menajamkan identitas lokal, autentisitas, dan diferensiasi produk melalui penanda seperti khas Semarang, asli, original, dan identitas penjual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa graduation tidak hanya berfungsi sebagai penguat makna linguistik, tetapi juga sebagai strategi sosial budaya untuk membangun legitimasi, pengalaman sensori, dan citra autentik kuliner lokal dalam ruang pemasaran digital. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan kajian appraisal dalam wacana pemasaran digital sekaligus menunjukkan bahwa unsur lokalitas, autentisitas, dan evaluasi positif efektif digunakan untuk membangun citra persuasif kuliner di media digital.



