RELASI GRAMATIKAL KLAUSA BAHASA JAWA KUNA PADA TEKS TATTWA JAPAKĀLA: PERSPEKTIF LEXICAL-FUNCTIONAL GRAMMAR (LFG)
DOI:
https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8560Kata Kunci:
Tattwa Japakāla, Sintaksis, Relasi Gramatikal Klausa, Lexical-Functional GrammarAbstrak
Tattwa Japakāla merupakan salah satu lontar kearifan lokal Bali yang berisi pedoman hidup dan nilai-nilai filosofi, khususnya terkait penerapan Tri Hita Karana. Teks ini mengajarkan bagaimana manusia dapat menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan melalui berbagai praktik ritual dan etika kehidupan sehari-hari. Salah satu aspek menonjol dari teks ini adalah penjelasan rinci mengenai upacara pembersihan pekarangan yang dianggap kotor, sebagai upaya menjaga keseimbangan dan keharmonisan kehidupan. Penelitian ini dibatasi pada analisis klausa dengan modus deklaratif, interogatif, dan imperatif, yaitu pola struktur sintaksis, struktur fungsional dan relasi gramatikal pada klausa Bahasa Jawa Kuna dalam teks Tattwa Japakāla. Teori yang digunakan adalah Lexical Functional Grammar (LFG) yang dikemukakan oleh Mary Dalrymple, pola klausa yang dilihat berdasarkan struktur konstituen dan struktur fungsional dari perspektif LFG. Data penelitian dihimpun menggunakan metode simak dengan teknik baca dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan struktur dan tipe klausa, serta relasi antar unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (PEL), dan keterangan (K) menggunakan metode agih yang didukung dengan teknik bagi unsur langsung serta teknik ubah ujud. Analisis dilakukan pada tataran struktur linear dan f-structure untuk memetakan fungsi gramatikal serta korespondensinya dengan model atribut-nilai dari Mary Dalrymple. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, struktur klausa dalam teks variatif dengan pola urutan kata berupa (S–P–O), (S–P–K), (P–S), dan (P–S–O). Klausa modus deklaratif muncul paling dominan, disusul dengan klausa modus imperatif dan klausa modus interogatif. Kedua, relasi gramatikal dari setiap fungsi klausa memungkinkan adanya pasifisasi, pengendalian argumen, penghilangan unsur, serta penyampaian informasi yang tidak bergantung pada pola urutan kata, melainkan relasi gramatikal klausa Bahasa Jawa Kuna pada teks ini banyak dipengaruhi oleh valensi verba predikatif dan pola fungsional dalam perspektif LFG. Temuan penelitian ini memperkaya kajian sintaksis pada teks klasik sekaligus menegaskan relevansi filosofis dan edukatif Tattwa Japakāla bagi pembaca modern yang dapat dilihat dari pola penggunaan klausa dalam teks Tattwa Japakāla.



