VARIASI PEMBENTUKAN LEMA BAHASA INDONESIA BERLABEL RAGAM CAKAPAN (CAK) DALAM KBBI VI DARING

Penulis

  • Rizki Gayatri Universitas Indonesia
  • Mifta Huzaena Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.25170/kolita.v24i24.8572

Kata Kunci:

pola, ragam cakapan, KBBI VI Daring, variasi lema

Abstrak

Isu viral terkait lema kapitil memantik perbincangan publik tentang legitimasi kosakata dalam kamus rujukan di Indonesia, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Fenomena tersebut menegaskan pentingnya transparansi dan ketepatan strategi pelabelan dalam kamus otoritatif, seperti KBBI. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana ragam cakapan bahasa Indonesia di rekam dalam KBBI VI Daring. Penelitian ini mengkaji variasi lema bahasa Indonesia berlabel ragam cakapan dalam KBBI VI Daring dengan tujuan: 1) memetakan bentuk satuan lingual (kata, frasa, klausa); 2) mengidentifikasi kategori gramatikal; 3) mendeskripsikan pola pembentukan; dan 4) menelaah wacana ragam cakapan yang dilegitimasi dalam KBBI VI daring tersebut. Selain itu, penelitian ini membandingkan praktik pelabelan dan penyimpanan kosakata slang dalam kamus-kamus internasional, seperti Oxford English Dictionary dan Merriam-Webster Dictionary, untuk melihat kecenderungan leksikografis global dalam menangani ragam nonstandar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan kuantitatif terbatas. Data berupa 2959 lema berlabel “cak” yang dianotasi dari KBBI VI Daring. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis dan pencatatan metadata lema (bentuk, kelas kata, etimologi, label, contoh kalimat). Analisis dilakukan melalui klasifikasi morfologis dan kategorisasi gramatikal. Kemudian, dipetakan polanya untuk menemukan kecenderungan dominasi. Pada level analisis wacana, konteks penggunaan ditelaah melalui contoh kalimat dan penelusuran korpus daring guna mengidentifikasi ranah sosial dan fungsi pragmatis lema yang bersangkutan (misalnya ekpresif, evaluatif, humoris, atau identifikasi kelompok) (Austin 2962; Searle, 1969; Abdurehmanova, K. E., 2025). Kajian komparatif dilakukan dengan menelaah pedoman editorial dan sistem label pada kamus internasional. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa lema berlabel ragam cakapan sangat bervariasi secara struktural. Pola yang dominan meliputi akronim dan kependekan, diikuti serapan bahasa daerah dan bahasa asing, reduplikasi, tiruan bunyi, seruan, serta bentuk hasil pelesapan fonologis. Dari sisi kategori, mayoritas berupa nomina, interjeksi, dan adjekvita. Secara wacana, lema-lema pada kategori cakapan banyak berfungsi sebagai penanda keakraban, ekspresi emosi, serta identitas komunitas urban-digital.

Diterbitkan

2026-10-22