Praktik Agroekologi untuk Pemberdayaan Komunitas Perempuan di Kelurahan Bawang, Kota Kediri, Jawa Timur dalam Mendukung Kedaulatan Pangan Keluarga

Authors

  • Dian Pratiwi Pribadi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.25170/mitra.v10i1.6935

Keywords:

Pemberdayaan perempuan, agroekologi, kedaulatan pangan

Abstract

Agroekologi merupakan suatu konsep sekaligus praktik pertanian yang berpegangan pada budaya dan pengetahuan lokal untuk menguatkan modal sosial dan menjadi bagian dari gerakan sosial global. Praktik agroekologi menjadi satu strategi dalam sistem pertanian berkelanjutan berupa intervensi prinsip ekologis ke dalam seluruh aktivitas budidaya. Sementara itu, pertanian industrial telah meminggirkan peran perempuan mulai dari proses produksi sampai konsumsi. Di sisi lain, keterlibatan mereka dalam program dan pengambilan kebijakan publik masih rendah. Bahkan beberapa program pemerintah malah mendomestikasi perempuan. Dasar keilmuan terkait agroekologi memiliki dua perspektif, yaitu ekologis dan sosio-ekonomis. Konsep agroekologi dipakai untuk melihat peran perempuan dalam kerja pertanian dan penyediaan pangan keluarga. Konsep ini diharapkan mampu membangun lingkungan yang berkesetaraan gender, baik dalam pertanian tradisional maupun modern. Riset Aksi Partisipatif dipakai dalam pengabdian ini sebagai sebuah proses pembelajaran untuk mencari solusi atas permasalahan di masyarakat yang berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan perubahan sosial. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bawang Asri di Kota Kediri dalam wawancara, observasi dan diskusi serta Pelatihan berjudul Agroekologi dan Kedaulatan Pangan, serta kampanye dan membangun jaringan mulai dari tingkat lokal sampai internasional. Hasilnya berupa perubahan pola pikir, sikap, ataupun tindakan dari anggota KWT dari bertani dengan teknik modern menjadi agroekologis atas dukungan keluarga dan masyarakat sehingga memberdayakan mereka dalam perannya memproduksi pangan bagi keluarga. Agroekologi sebagai suatu konsep praktikal sekaligus gerakan sosial ideal untuk mencapai kedaulatan pangan suatu negara dimulai dari tingkat keluarga

References

Adnyana, W. A. (den 15 Desember 2024). Kelompok Wanita Tani dan Perannya dalam Advokasi Ketahanan Pangan Era Digital. Hämtat från kumparan.com: https://kumparan.com/ardi-adnyana/kelompok-wanita-tani-dan-peranannya-dalam-advokasi-ketahanan-pangan-era-digital-246rXNgZBoi/full

Afandi, A. (2020). Participatory Action Research (PAR) Metodologi Alternatif Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Transformatif. Malang.

Afandi, A., Laily, N., Wahyudi, N., Umam, M. H., Kambau, R. A., Rahman, S. A., . . . Wahid, M. (2022). Metodologi Pengabdian Masyarakat. Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI.

Almekinders, C., Beukema, L., & Tromp, C. (2009). Research in Action: Theories and practices for innovation and social change. Wageningen: Wageningen Academic Publishers.

Amekawa, Y. (2011). Agroecology and Sustainable Livelihoods: Towards an integrated approach to rural development. Journal of Sustainable Agriculture, 118-162.

Aprodite, S. M. (2015). Reposisi Peran Negara untuk Melindungi Kelas Petani Perempuan Indonesia dalam Menghadapi Neoliberalisme di Bidang Pertanian. Gema Keadilan, 1-10.

Ardah, L., Mubarak, K., Mubarak, H., & Kurniati. (2024). Dinamika Gender dalam Pertanian: Menganalisis Kontribusi Perempuan dalam Pembangunan Perekonomian Perspektif Hukum Islam. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 78-85.

Eghenter, C., Aliayub, A., Dewi, L., & Kustini, S. J. (2018). Perempuan, Pandan dan Keanekaragaman Hayati: Cerita dari Kalimantan. WWF-Indonesia.

Faizien, H. A. (2025). Peran Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi Pertanian. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman, 49-63.

Giraldo, O. F., & Rosset, P. M. (2017). Agroecology as a Territory in Dispute: between institutionality and social movements. The Journal of Peasant Studies, 1-20.

Habib, M. A. (2021). Kajian Teoritis Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Kreatif. Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, 106-134.

Hutajulu, J. P. (April 2015). Analisis Peran Perempuan dalam Pertanian di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya. Jurnal Social Economic of Agriculture, 4(1), 83-90.

Kurniasih, D. E., & Adianto, J. (2018). Kebun Gizi sebagai Strategi Berbasis Masyarakat untuk Memenuhi Kebutuhan Konsumsi. Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Journal of Community Medicine and Public Health), 93-97.

Kurniawan, F. E. (July 2021). The Dilemma of Agricultural Mechanization and the Marginalization of Women Farmworkers in Rural Areas. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 09(02).

Kustanto, M. (2017). Domestikasi Berbalut Pemberdayaan Perempuan pada Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kabupaten Sidoarjo. Buana Gender, 2527-8096.

Marmoah, S., Suwondo, & Nafisah, A. (2022). Pemberdayaan Petani Perempuan melalui Hasil Olahan Berbahan Tradisional. Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045 (ss. 79-84). Surakarta: Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Parmentier, S. (2014). Scaling-up Agroecological Approaches: What, why and how? 2014: Oxfam-Solidarity.

Priminingtyas, D. N., & Yuliati, Y. (2016). Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan Keluarga. Seminar Nasional Pembangunan Pertanian (ss. 422-424). Malang: Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Qori'ah, S. M. (2018). Perempuan sebagai Agen Kedaulatan Pangan di Pesantren Ekologi Ath-Thaariq Garut. YIN YANG, 13(2), 309-325.

Sekine, K. (2024). Political Shifts toward Family Farming and Agroecology in Japan? The impact of United Nations campaigns. Cahiers Agricultures, 1-10.

Seminar, A. U., Sarwoprasodjo, S., Santosa, D. A., & Kinseng, R. A. (2017). Agroecological Education Aimed at Achieving Food Sovereignty. Journal of Developments in Sustainable Agriculture, 34-44.

Setiawan, A. N., & Santi, I. S. (2022). Pemberdayaan Perempuan dalam Pengelolaan Pekarangan untuk Mendukung Kemandirian Pangan. Jurnal Masyarakat Mandiri, 397-409.

Solikhah, N., Fatimah, T., K., M. D., & Lufthansa, A. (2021). Penataan Kampung Hijau dengan Pendekatan Partisipasi Masyarakat. MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 48-60.

Sukesi, K. (2002). Hubungan Kerja Dan Dinamika Hubungan Gender Dalam Sistem Pengusahaan Tebu Rakyat. Malang: Lembaga Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Syafruddin, M. Z., Suprayitno, A. R., Sapat, Marhani, Dea, S. M., & Suprianto, A. (2022). Pemberdayaan Wanita Petani melalui Partisipasi dan Kapasitas di Kawasan Wisata Kambo. JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis): Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 70-80.

Tahir, R., Rosanna, & Djunais, I. (Juni 2019). Dampak Modernisasi Pertanian terhadap Petani Kecil dan Perempuan di Sulawesi Selatan. Agrokompleks, 19(2), 35-44.

Tanzenia, F., & Prasodjo, N. W. (2012). Marginalisasi Perempuan dalam Industrialisasi Pedesaan (Studi di Desa Cikarawang dan Desa Tarikolot, Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Bogor: IPB University.

Veniawati, I. (2017). Peran Perempuan terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga melalui Program KRPL di Desa Tertek Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Malang: Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Yuliani, F. (2014). Ketidakadilan Gender dalam Pembangunan Pertanian: Studi pandangan politik perempuan anggota legislatif di Kabupaten Kudus. PALASTREN, 419-440.

Published

13-03-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pribadi, D. P. (2026). Praktik Agroekologi untuk Pemberdayaan Komunitas Perempuan di Kelurahan Bawang, Kota Kediri, Jawa Timur dalam Mendukung Kedaulatan Pangan Keluarga. MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 10(1), 33-46. https://doi.org/10.25170/mitra.v10i1.6935