Pelatihan Musik Kolintang Inklusif bagi Tunarungu: Memberdayakan Komunitas dan Meningkatkan Aksesibilitas Spiritual
DOI:
https://doi.org/10.25170/mitra.v10i1.7076Keywords:
alat musik kolintang, komunitas tunarungu, musik inklusif, pemberdayaan spiritual, pendekatan multisensoriAbstract
Penelitian ini mengkaji efektivitas pelatihan musik Kolintang berbasis pendekatan multisensori dalam meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan spiritual penyandang tunarungu dalam komunitas gereja. Kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan ruang liturgi yang lebih inklusif melalui ekspresi musikal yang dapat diakses secara visual, kinestetik, dan taktil. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Pelatihan dilaksanakan di Komunitas Disabilitas Katolik Kramat, Jakarta Pusat, melibatkan 10 peserta tunarungu, 3 pendamping, dan 4 pelatih. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil menunjukkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan musikal peserta, tetapi juga memperkuat relasi sosial serta memperdalam pengalaman spiritual mereka dalam konteks komunitas iman. Pendekatan multisensori (visualisasi nada, gerakan tubuh, dan sensasi getaran) terbukti efektif dalam menjembatani keterbatasan auditori. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem pembelajaran musik gereja berbasis budaya lokal yang adaptif terhadap ragam disabilitas, sekaligus menunjukkan bahwa musik dapat menjadi sarana komunikasi spiritual yang inklusif dan transformatif bagi semua kalangan.
References
Barus, A. (2024). Sin and human suffering: A contextual criticism of John 5:14 and John 9:1–3 with reference to the Karo people. Asia Journal of Theology, 38(2), 191–208. https://doi.org/10.54424/ajt.v38i2.130
Darrow, A.-A. (1993). The role of music in Deaf culture: Implications for music educators. Journal of Research in Music Education, 41(2), 93–110.
Fuad, C. (2024). Disabilitas dan gereja inklusif. In A. Sinaga (Ed.), Gereja bagi semua (pp. 99–109). Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung.
Glennie, E. (2015). Hearing music through touch. Evelyn Glennie Official Website. https://www.evelyn.co.uk/hearing-essay/
Harahap, R. M. (2017). Pendampingan disabilitas pendengaran di FKTP. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI. https://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/.../Pendampingan_Disabilitas_Pendengaran_di_FKTP_Rachmita_Maun_Harahap.pdf
Hartono, M. S. (2024). Kolintang magic: A musical adventure through Indonesia. Deepublish.
Hartono, S. (2024). Meningkatkan pemahaman bermain musik kolintang siswa SMP Anak Terang Salatiga. Abdi Seni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 15(2), 249–264. https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/abdiseni/article/view/6079
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, Maret 1). Kemenkes ajak masyarakat peduli kesehatan pendengaran.
https://kemkes.go.id/id/kemenkes-ajak-masyarakat-peduli-kesehatan-pendengaran
Mangelsdorf, H. H., Listman, J., & Maler, A. (2021). Perception of musicality and emotion in signed songs. Music Perception: An Interdisciplinary Journal, 39(2), 160–180. https://www.jstor.org/stable/48768521
Mutia, T. K., & Desiningrum, D. R. (2015). Pengaruh metode multisensori dalam meningkatkan kemampuan menghafal kata pada anak tunarungu taman kanak-kanak: Studi eksperimental di TK SLB Negeri Semarang. Empati: Jurnal Karya Ilmiah S1 Undip, 4(1), 188–194. https://www.neliti.com/publications/65909
Nadiana, N., Zahrah, R. F., & Wakih, A. A. (2023). Analisis penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung pada siswa sekolah dasar. Grenek: Jurnal Seni Musik, 12(1), 82–92. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/grenek/article/view/45162
Priawara, I. P. P., & Mudjilah, H. S. (2020). Efforts to improve kolintang learning through the spiral approach in SMP Bruderan Purworejo. In Proceedings of the 3rd International Conference on Arts and Arts Education (ICAAE 2019) (pp. 161–167). Atlantis Press.
Sarwendah, A. P. (2020). Pemanfaatan aplikasi ‘Gembira’ untuk melatih kepekaan bunyi dan suara bagi siswa tunarungu. Jurnal Guru Dikmen dan Diksus, 3(2), 214–227.
https://jurnaldikmen.kemdikbud.go.id/index.php/jurnal_guru_dikmen_diksus/article/view/214
Sulthon, E. A., & Ikhsanuddin, M. B. N. (2024). Pendekatan multisensori dalam model pembelajaran untuk siswa berkebutuhan khusus. Joedu: Journal of Basic Education, 3(1), 1–10. https://ejournal.stitmiftahulmidad.ac.id/index.php/joedu/article/download/123/91
Sutanto, T. S., & Firmansah, A. (2022). Pengembangan metode hand sign Kodaly pada simbol harmoni tonal dalam permainan ansambel angklung diatonis. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 7(1), 12–22.
Wenno, V. K., Patty, M. I., & Talupun, J. S. (2020). Memahami karya Allah melalui penyandang disabilitas dengan menggunakan kritik tanggapan pembaca terhadap Yohanes 9:2–3. Epigraphe: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 4(2), 141–156. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v4i2.141
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Soegiarto Hartono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This license allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format for noncommercial purposes only, and only so long as attribution is given to the creator. If you remix, adapt, or build upon the material, you must license the modified material under identical terms.

_.jpeg)

.png)
2.png)
.png)
.png)


