DINAMIKA PSIKOLOGIS PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG MENCARI SENTANA DI KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI
DOI:
https://doi.org/10.25170/manasa.v15i1.7088Keywords:
Budaya Bali, dinamika psikologis, nyentana, perempuan dewasa awal, tekanan sosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika psikologis yang dialami oleh perempuan dewasa awal yang mencari sentana di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Perkawinan sentana merupakan bentuk pernikahan di mana pihak laki-laki tinggal dan bergabung ke dalam keluarga pihak perempuan, yang umumnya terjadi karena pihak perempuan tidak memiliki saudara laki-laki. Dalam budaya Bali yang masih menjunjung tinggi sistem patrilineal, fenomena ini menimbulkan tekanan tersendiri bagi perempuan yang dituntut untuk mencari pasangan yang bersedia nyentana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima partisipan perempuan yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis yang dialami oleh para partisipan terdiri atas tiga aspek: (1) aspek afektif yang mencakup rasa takut, sedih, tertekan, dan perasaan terbebani; (2) aspek kognitif yang ditandai dengan overthinking, keraguan terhadap masa depan, dan keraguan untuk melangsungkan pernikahan sentana; serta (3) aspek konatif yang tercermin dari perilaku menarik diri dan membatasi relasi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tekanan budaya, ekspektasi keluarga, dan stigma sosial secara signifikan memengaruhi kondisi psikologis perempuan dewasa awal dalam proses pencarian sentana.
References
Aldao, A., Sheppes, G., & Gross, J. J. (2015). Emotion Regulation Flexibility. 39(3), 263–278. https://doi.org/10.1007/s10608-014-9662-4
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tabanan. (2024). Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin (ribu jiwa) di Kabupaten Tabanan, 2024.
Bronfenbrenner, U. (1986). Ecology of the family as a context for human development: Research perspectives. 22(6), 723–742.
Carrie, K., & Hariyanto, O. I. B. (2021). Analisis pengaruh komponen kognitif, konatif, dan afektif terhadap niat berkunjung kembali pada restoran cepat saji di Kota Batam. 6(3). https://doi.org/10.17509/jbme.v6i3.40869
Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. 98(2), 310–357. https://doi.org/10.1037/0033-2909.98.2.310
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches.
Fakhrunnisa, F. (2018). Kepercayaan diri dan kecemasan memperoleh pasangan hidup pada wanita dewasa awal yang mengalami obesitas. 6(1). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v6i1.4533
Hanifah, M., Hasan, Y. B., Nanda, N. F., Tatang, A. P., & Muhammad, R. (2020). Kajian jenis kecemasan masyarakat Cilacap dalam menghadapi pandemi covid 19.
Huang, Q. (2024). A review on the impact of family factors on adolescences anxiety. 56(1), 152–156. https://doi.org/10.54254/2753-7048/56/20241648
Hurlock, E. B. (2014). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Huwaë, S., & Schaafsma, J. (2018). Cross-cultural differences in emotion suppression in everyday interactions. https://doi.org/10.1002/ijop.12283
Krisadelia, N. P., & Tobing, D. H. (2023). Description of subjective well-being in only daughter related to the Nyentana tradition in Tabanan. 2(3), 416–424. https://doi.org/10.55047/jhssb.v2i3.596
Lacey, R. E., Xue, B., & McMunn, A. (2022). The mental and physical health of young carers: A systematic review. 7(9), e787–e796. https://doi.org/10.1016/S2468-2667(22)00161-X
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Rohidi, T. R. (1992). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru. Universitas Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=50--swEACAAJ
Moleong, L. J. (1989). Metodologi penelitian kualitatif.
Monika, K. A., & Tobing, D. H. (2018). Gambaran kecemasan orangtua yang hanya memiliki anak perempuan di Kabupaten Tabanan, Bali. 5(2), 303. https://doi.org/10.24843/JPU.2018.v05.i02.p06
Putri, H., Susiani, D., Wandani, N. S., & Putri, F. A. (2022). Instrumen penilaian hasil pembelajaran kognitif pada tes uraian dan tes objektif. 4(2), 139–148.
Putri, N. L. (2024). Stigma sosial terhadap perempuan pencari sentana di Bali [Skripsi]. Universitas Dhyana Pura.
Saraswati, P. S., Subawa, I. B. G., & Perbawa, K. S. L. P. (2024). Prajuru desa’s role in mediating inheritance right disputes for men “nyeburin” after divorce in Tabanan Regency. 12(1), 1698–1706. https://doi.org/10.24843/JMHU.2022.v11.i02.p06
Tyasningrum, I. G. A. A. C., Susanti, E., & Sutinah. (2019). The struggle of the Tabanan women as “Sentana Rajeg” in the patriarchal culture domination in Bali. 35(21), 2899–2916.
Wedanti, I. G. A. J. M., Saskara, I. P. A., & Sugita, I. M. (2023). Eksistensi purusa dan pradana dalam pewarisan menurut hukum adat Bali. 18(1), 80–96. https://doi.org/10.25078/wd.v18i1.2017
Wulandari, N. M. (2020). Tekanan Emosional Perempuan Bali dalam Perjodohan Adat. Udayana University Press.
Yudanandra, P. L. (2024). Gambaran kecemasan sosial anak tunggal perempuan dalam mencari sentana di Bali [Skripsi]. Universitas Gadjah Mada.
Zaini, M. (2025). Peran keluarga dalam pencegahan masalah psikososial masyarakat perkotaan. 17(1). https://doi.org/10.32528/tijhs.v17i1.3202
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MANASA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







.png)
.png)
