Simulasi Pendinginan Baterai pada Kendaraan Konversi dengan Transmisi Otomatis
DOI:
https://doi.org/10.25170/cylinder.v12i1.7890Kata Kunci:
Konversi, Kendaraan Listrik, GT-Suite, SimulasiAbstrak
Studi ini dilakukan untuk mengetahui reaksi dari mobil listrik hasil konversi dari mesin pembakaran dan mengujinya dengan dua siklus mengemudi yaitu NEDC dan WLTP dengan menggunakan perangkat lunak GT-Suite. Hasil menunjukkan bahwa kondisi berkendara memiliki pengaruh signifikan terhadap temperatur baterai. Pada siklus NEDC, temperatur puncak mencapai 61°C tanpa sistem pendingin, yang kemudian menurun menjadi 50,7°C dengan pendinginan pasif dan 30,1°C dengan pendinginan aktif. Sebaliknya, siklus WLTP yang lebih dinamis menghasilkan beban termal yang lebih tinggi, dengan temperatur puncak mencapai 75,7°C tanpa pendinginan dan 66,5°C dengan pendinginan pasif, sementara pendinginan aktif mampu menurunkannya hingga 38°C. Hal ini mengindikasikan bahwa ketika arus keluar dari baterai tinggi, hal tersebut memicu kenaikan temperatur yang signifikan. Pendinginan secara pasif dapat mengurangkan temperatur maksimum, tetapi itu belum cukup untuk membuat baterai berada di rentang temperatur yang aman. Penggunaan pendingin aktif menggunakan air membuat temperatur baterai berada di rentang temperatur yang aman.
Referensi
[1] G. Liobikienė and M. Butkus, "The European Union possibilities to achieve targets of Europe 2020 and Paris agreement climate policy," Renewable Energy, Article vol. 106, pp. 298-309, 2017, doi: 10.1016/j.renene.2017.01.036.
[2] D. Pedrosa, V. Monteiro, H. Goncalves, J. S. Martins, and J. L. Afonso, "A Case Study on the Conversion of an Internal Combustion Engine Vehicle into an Electric Vehicle," in 2014 IEEE Vehicle Power and Propulsion Conference (VPPC), 27-30 Oct. 2014 2014, pp. 1-5, doi: 10.1109/VPPC.2014.7006994.
[3] K. G. Logan, J. D. Nelson, C. Brand, and A. Hastings, "Phasing in electric vehicles: Does policy focusing on operating emission achieve net zero emissions reduction objectives?," Transportation Research Part A: Policy and Practice, vol. 152, pp. 100-114, 2021/10/01/ 2021, doi: https://doi.org/10.1016/j.tra.2021.08.001.
[4] M. D. Santis and F. Regis, "Modeling, simulation, and techno-economic analysis of a retrofitted electric vehicle," in 2021 IEEE International Conference on Environment and Electrical Engineering and 2021 IEEE Industrial and Commercial Power Systems Europe (EEEIC / I&CPS Europe), 7-10 Sept. 2021 2021, pp. 1-6, doi: 10.1109/EEEIC/ICPSEurope51590.2021.9584594.
[5] K. Muhammad Usman et al., Comparative Analysis of Experimental and Simulated Performance and Emissions of Compression Ignition Engine Using Biodiesel Blends. 2018.
[6] L. Wang, L. Wang, Y. Yue, and Y. Zhang, "Research on Thermal Management System of Lithium Iron Phosphate Battery Based on Water Cooling System," 2018, pp. 341-349.
[7] N. Xavier, Calculating the Aerodynamic Drag Coefficient of a Toyota Avanza Car CAD Model using CFD Analysis. 2023, pp. 1-5.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yosua Setiawan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.