Potensi daun jelatang (Laportea interrupta) sebagai penghambat pertumbuhan Candida albicans

Authors

DOI:

https://doi.org/10.25170/djm.v25i2.7777

Keywords:

antifungi, Candida albicans, Laportea interrupta, konsentrasi hambat minimum, mikrodilusi

Abstract

Pendahuluan: Candida albicans merupakan mikroorganisme komensal yang dapat menyebabkan kandidiasis ketika terjadi pertumbuhan berlebih atau ketidakseimbangan antara mikroorganisme dan pejamu. Peningkatan resistensi antifungi mendorong eksplorasi sumber antifungi alternatif. Daun Laportea interrupta mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, triterpenoid, saponin, dan tanin yang berpotensi memiliki aktivitas antifungi. Penelitian ini bertujuan menilai aktivitas penghambatan pertumbuhan ekstrak etanol daun L. interrupta terhadap C. albicans dan mengidentifikasi konsentrasi terendah yang menunjukkan efek hambat yang jelas.

Metode: Penelitian eksperimental in vitro dilakukan menggunakan metode broth microdilution termodifikasi dengan seri konsentrasi nominal ekstrak 937,5–60.000 µg/mL. Pertumbuhan fungi dinilai berdasarkan densitas optik pada 595 nm (OD595). Setiap konsentrasi diuji dalam tiga replikasi teknis menggunakan suspensi C. albicans yang sama. Analisis statistik eksploratif menggunakan one-way ANOVA dilanjutkan uji Tukey HSD (p<0,05).

Hasil: Nilai OD595 menurun nyata pada konsentrasi nominal 30.000 dan 60.000 µg/mL. Kelompok 30.000 dan 60.000 µg/mL tidak berbeda signifikan dibandingkan kontrol positif fluconazole (masing-masing p=0,231 dan p=0,298), sedangkan konsentrasi 937,5–15.000 µg/mL masih berbeda signifikan dibandingkan kontrol positif (p<0,001). Dalam kondisi penelitian ini, 30.000 µg/mL merupakan konsentrasi nominal terendah yang menunjukkan efek hambat yang jelas dan ditetapkan sebagai konsentasi hambat minimum (KHM) operasional.

Simpulan: Ekstrak etanol daun L. interrupta menunjukkan aktivitas penghambatan pertumbuhan C. albicans secara in vitro. Konsentrasi nominal 30.000 µg/mL ditetapkan sebagai KHM operasional pada kondisi penelitian ini. Sifat fungistatik atau fungisidal belum dapat ditentukan tanpa pemeriksaan konsentrasi bunuh minimum.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Talapko J, Juzbašić M, Matijević T, Pustijanac E, Bekić S, Kotris I, et al. Candida albicans-the virulence factors and clinical manifestations of infection. J Fungi (Basel). 2021;7(2):79.

2. Puspitasari A, Kawilarang AP, Ervianty E, Rohiman A. Profil pasien baru kandidiasis (Profile of new patients of candidiasis). Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. 2019;31(1):24-34.

3. Bouopda Tamo SP. Candida infections: clinical features, diagnosis and treatment. Infect Dis Clin Microbiol. 2020;2(2):91-102.

4. Bongomin F, Gago S, Oladele RO, Denning DW. Global and multi-national prevalence of fungal diseases-estimate precision. J Fungi (Basel). 2017;3(4):57.

5. Vila T, Sultan AS, Montelongo-Jauregui D, Jabra-Rizk MA. Oral candidiasis: a disease of opportunity. J Fungi (Basel). 2020;6(1):15.

6. Costa-de-Oliveira S, Rodrigues AG. Candida albicans antifungal resistance and tolerance in bloodstream infections: the triad yeast-host-antifungal. Microorganisms. 2020;8(2):154.

7. Chitharagi VB, Gowthami S, Sumana MN, Rao MR, Sowmya GS, Maheshwarappa YD. Fluconazole resistance among Candida species with special emphasis on ERG11 gene mutations among Candida tropicalis. Front Fungal Biol. 2026;6: 1695271.

8. Nasrul PI, Chatri M. Peranan metabolit sekunder sebagai antifungi. Jurnal Pendidikan Tambusai. 2024;8(1):15832-15844.

9. Cahyaningrum PL, Widyantari AAASS, Artini NPR. Skrining fitokimia ekstrak etanol daun jelatang ayam (Laportea interrupta (L.) Chew). Widya Kesehatan. 2022;4(1):15-23.

10. Pertiwi KK. Aktivitas antibakteri herba daun gatal (Laportea interupta L. Chew) terhadap Staphylo-coccus aureus dan Escerichia coli. J-HESTECH (Journal of Health Educational Science and Technology). 2019;2(1):43-50.

11. Simaremare ES, Sawaki Y, Pratiwi RD, Gunawan E. Uji antifungi ekstrak etanol daun gatal (Laportea decumana (Roxb.) Wedd) terhadap Candida albicans. Jurnal Farmasi Galenika. 2020;7(2):108-19.

12. Clinical and Laboratory Standards Institute. Reference method for broth dilution antifungal susceptibility testing of yeasts; approved standard-third edition. CLSI document M27-A3. Wayne (PA): Clinical and Laboratory Standards Institute; 2008.

13. Jamzivar F, Shams-Ghahfarokhi M, Khoramizadeh M, Yousefi N, Gholami-Shabani M, Razzaghi-Abyaneh M. Unraveling the importance of molecules of natural origin in antifungal drug development through targeting ergosterol biosynthesis pathway. Iran J Microbiol. 2019;11(6):448-459.

14. Reyna-Beltrán E, Bazán Méndez CI, Iranzo M, Mormeneo S, Luna-Arias JP. The cell wall of Candida albicans: a proteomics view. In: Sandai D, editor. Candida albicans. London: IntechOpen; 2019.

15. Nguyen HN, Ullevig SL, Short JD, Wang L, Ahn YJ, Asmis R. Ursolic acid and related analogues: triterpenoids with broad health benefits. Antioxidants (Basel). 2021;10(8):1161.

16. Nurulita Y, Yuharmen, Fitri A, Sari IE, Sary DN, Nugroho TT. Identifikasi metabolit sekunder sekresi jamur lokal tanah gambut Riau Penicillium sp. LBKURCC34 sebagai antimikroba. Chimica et Natura Acta. 2022;10(3):124-133.

17. Angulo DA, Alexander B, Rautemaa-Richardson R, Alastruey-Izquierdo A, Hoenigl M, Ibrahim AS, et al. Ibrexafungerp, a novel triterpenoid antifungal in development for the treatment of mold infections. J Fungi (Basel). 2022;8(11):1121.

18. Khafid A, Wiraputra MD, Putra AC, Khoirunnisa N, Putri AAK, Suedy SWA, et al. Uji kualitatif metabolit sekunder pada beberapa tanaman yang berkhasiat sebagai obat tradisional. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 2023;8(1):61-70.

19. Utami N, Auliah A, Dini I. Studi kandungan senyawa metabolit sekunder beberapa ekstrak tai anging (Usnea sp.) dan uji bioaktivitasnya terhadap Candida albicans. Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia. 2022;23(1):90-8.

20. Simanjuntak HA, Butar-Butar M. Uji aktivittas antifungi ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium cepa L.) terhadap Candida albicans dan Pityrosporum ovale. EKSAKTA: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA. 2019;4(2):91-8.

21. Riedel S, Hobden JA, Miller S, Morse SA, Mietzner TA, Detrick B, et al., editors. Jawetz, Melnick, & Adelberg's medical microbiology. 28th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2019.

22. Ali S, Khan MR, Irfanullah, Sajid M, Zahra Z. Phytochemical investigation and antimicrobial appraisal of Parrotiopsis jacquemontiana (Decne) Rehder. BMC Complement Altern Med. 2018;18:43.

23. Sanjaya W, Rialita A, Mahyarudin M. Aktivitas antijamur ekstrak etanol daun cengkodok (Melastoma malabathricum) terhadap pertumbuhan Malassezia furfur. Jurnal Fitofarmaka Indonesia. 2021;8(1):23-32.

24. Ningsih DR, Zusfahair, Mantari D. Ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.) sebagai antijamur terhadap jamur Candida albicans dan identifikasi golongan senyawanya. Jurnal Kimia Riset. 2017;2(1):61-8.

25. Lathifah S, Chatri M, Advinda L, Anhar A. Potential extract of breadfruit leaf (Artocarpus altilis Park.) as antifungal against growth Sclerotium rolfsii in-vitro. Serambi Biologi. 2022;7(3):283-9.

Published

2026-08-27

How to Cite

1.
Hutomo S, Setiawan GE, Sooai CM, Prasetyo YC. Potensi daun jelatang (Laportea interrupta) sebagai penghambat pertumbuhan Candida albicans. DJM [Internet]. 2026 Aug. 27 [cited 2026 Aug. 28];25(2):125-31. Available from: https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/damianus/article/view/7777