ADAKAH KETERKAITAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP DUKUNGAN SOSIAL PENDAMPING PANTI DAN PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA PANTI ASUHAN ABIGAIL TANGERANG SELATAN?

Penulis

  • ANASTASIA ELISABETH PUTRI PASE Atma Jaya Catholic University of Indonesia
  • CAROLINE LISA SETIA WATI Atma Jaya Catholic University of Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25170/psikoedukasi.v20i1.3428

Kata Kunci:

persepsi dukungan sosial, penerimaan diri

Abstrak

Penerimaan diri adalah kesadaran untuk menerima diri apa adanya. Dukungan sosial yaitu pertukaran interpersonal dimana seseorang memberikan pertolongan kepada yang lain. Persepsi terhadap dukungan sosial dapat diukur berdasarkan Dukungan instrumen (Ketergantungan untuk dapat diandalkan; Bimbingan) dan Dukungan emosional (adanya pengakuan; kelekatan; integrasi sosial; kesempatan untuk merasa dibutuhkan). Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap dukungan sosial pendamping dan penerimaan diri pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan Abigail Tangerang Selatan. Instrumen skala penilaian digunakan untuk mengukur variabel persepsi terhadap dukungan sosial dan variabel penerimaan diri. Instrumen penerimaan diri terdiri 54 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,965. Instrumen persepsi terhadap dukungan sosial terdiri dari 40 pernyataan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,976. Hasil analisis korelasi antara variabel persepsi terhadap dukungan sosial dan penerimaan diri menghasilkan korelasi sebesar 0,562 dengan ???? value = 0,001 lebih kecil dari taraf signifikansi yang telah ditentukan yaitu sebesar 0,05. Berdasarkan dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa adanya korelasi positif yang signifikan antara persepsi terhadap dukungan sosial pendamping panti dan penerimaan diri remaja Panti Asuhan Abigail Tangerang Selatan.

Referensi

Anastasi & Urbina. (2010). Tes psikologi psychological testing (edisi ketujuh). Jakarta: PT. Indeks.
Apollo & Cahyadi. (2012). Pengaruh sikap mandiri dan dukungan sosial terhadap intensi berwirausaha pada siswa kelas XI jurusan pemasaran SMK PGRI 2 Kota Jambi. Jurnal Psikologi 1-11. Diunduh dari https://repository.unja.ac.id/1233/1/RRA1A112076-ARTIKEL.pdf.
Bungin, B. (2017). Metode Penelitian kuantitatif, komunikasi, ekonomi, dan kebijakan publik serta ilmu-ilmu sosial lainnya. Kencana.
Cohen & Syne. (1985). Social support and health. Academic Press Inc.
Dalami, E. (2009). Asuhan keperawatan jiwa dengan masalah psikososial. Jakarta: Trans Info Media.
Fajrlan. (2021, 20 Maret). Remaja diduga depresi mencoba bunuh diri di polres jaksel. CNN Indonesia. Diunduh dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210320114851-12-619907/ remaja-diduga-depresi-mencoba-bunuh-diri-di-polres-jaksel.
Haber, D. (2010). Health promotion and aging. New York: Springer Publishing Company.
Hjelle, L.A., & Ziegler, D.J. (1992). Personality theories basic assumptions, research, and application. New York : McGraw Hill.
Hurlock, E.B. (2000). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (terjemahan: Istiwidayati). Jakarta : Erlangga.
Johnson, David W. (1993). Reaching out: interpersonal effectiveness and self – actualization, fith edition. Boston : Allyn and Bacon.
Kartika&Irwanto. (2020). Studi kasus proses penerimaan diri pada remaja perempuan yang mengalami skoliosis. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Komalasari, E. (2010). Dukungan sosial pada penderita sakit jantung. Jakarta: Graha Ilmu.
Kumalasari, F. & Ahyani, L. (2012). Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri remaja di panti asuhan, Jurnal Psikologi Pitutur, 1(1). Diunduh dari https:// www.neliti.com/id/publications/246484/hubungan-antara-dukungan-sosial-dengan-penyesuaian-diri-remaja-di-panti-asuhan.
Marnath.G.(1984). Handbook of psychological assesment. van nostrand. Reinhad Company Inc.
Marni & Yuniawati. (2015). Hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada lansia di panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta : Jurnal Fakultas Psikologi, 3(1). Diunduh dari http://journal.uad.ac.id/index.php/EMPATHY/article/view/3008
McMilan, J., & Schumacher, S. (2003).  Longman. Research in Education.
Nursalam. (2011). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Rinmalae. (2019). Harga diri dan penerimaan diri remaja akhir di panti asuhan sonaf maneka kelurahan lasiana kota kupang, Journal of Health and Behavioral Science, Vol.1, No.4.
Santrock. (2007). Life-span developmental (edisi ketiga belas). Jakarta: Erlangga.
Siswanto. (2007). Kesehatan mental; konsep, cakupan dan perkembangannya. Yogyakarta: Andi Offset.
Sudarnoto, L.F.N. (2018). Bahan ajar metodologi penelitian. Jakarta: Unika Atma Jaya.
Sugiyono. (2009). Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA.
Sumiati, Eis. (2012). Pengetahuan dan sikap remaja tentang identitas diri remaja pada siswa SMA kartika I-2 Medan, Jurnal Keperawatan Holistik, 1(1). Diunduh dari https://adoc.pub/ pengetahuan-dan-sikap-remaja-tentang-identitas-diri-remaja-p.html
Univa (2020). Hubungan konsep diri dengan penerimaan diri pada remaja dari keluarga bercerai di SMP Nusa Penida Medan. Medan: UnivMedanArea.
Taylor, S.E. (2003). Health psychology. McGraw-Hill Hinger Education.
Wulandari, Ayu., & Susilawati, Luh. (2016). Peran penerimaan diri dan dukungan sosial terhadap konsep diri remaja yang tinggal di panti asuhan di Bali: Jurnal Psikologi Udayana, 135-144. Diunduh dari https://ojs. unud.ac.id/index.php/psikologi/article/view/28065/17620.
Yuliana, Isti. (2021). Narkoba memperparah depresi. BNN Kabupaten Bantul. Diunduh dari https://bantulkab. bnn.go.id/narkoba-memperparah-depresi.

Diterbitkan

2022-05-31

Terbitan

Bagian

Articles