Gangguan fungsi kognitif sebagai faktor risiko utama kejadian depresi pada lansia

Authors

  • Chelsea Destania Latasya School of Medicine and Health Science Atma Jaya Catholic University of Indonesia
  • Yuda Turana FKIK Unika Atma Jaya
  • Yvonne Suzy Handajani FKIK Unika Atma Jaya
  • Jimmy Fransisco Abadinta Barus FKIK Unika Atma Jaya

DOI:

https://doi.org/10.25170/djm.v23i2.4356

Keywords:

depresi, gangguan fungsi kognitif, lansia

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan prevalensi depresi pada lansia dapat berdampak pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini secara spesifik dilakukan untuk mengetahui persentase depresi beserta hubungannya dengan usia, jenis kelamin, pendidikan, sarkopenia, dan gangguan fungsi kognitif pada lansia yang memiliki latar belakang homogen di lingkungan perkotaan.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang menggunakan metode cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 s.d. Oktober 2022 di Pusat Santunan Keluarga (PUSAKA) Jelambar dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan subjek penelitian 203 lansia (≥60 tahun). Depresi dinilai dengan Geriatric Depression Scale-15; sarkopenia diukur menggunakan Bio-Impedance Analysis, handgrip dynamometer, dan stopwatch; fungsi kognitif dinilai menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia; variabel lainnya menggunakan kuisioner. 

Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan fungsi kognitif dengan kejadian depresi pada lansia (p≤0,05; OR=2,523). Responden yang mengalami gangguan fungsi kognitif memiliki persentase depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami gangguan fungsi kognitif. Akan tetapi, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin, lama pendidikan, dan sarkopenia dengan kejadian depresi pada lansia.

Simpulan: Lansia dengan gangguan fungsi kognitif 2,5 kali lipat lebih berisiko mengalami depresi. Oleh karena itu, peningkatan layanan kesehatan penting untuk mendeteksi dini kejadian depresi, terutama pada lansia dengan gangguan fungsi kognitif. Terlepas dari kenyataan saat ini, bahwa gangguan fungsi kognitif tidak dapat diobati, masih banyak gaya hidup dan faktor lingkungan yang dapat dimodifikasi untuk menurunkan risiko.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. Statistik Penduduk Lanjut Usia 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2021.

Zenebe Y, Akele B, W/Selassie M, Necho M. Prevalence and determinants of depression among old age: a systematic review and meta-analysis. Ann Gen Psychiatry. 2021 Dec 18;20(1):55.

World Health Organization. The mental health of older adults: Fact Sheet. December 2017 [Internet].

Chand SP, Arif H. Depression. [Updated 2023 Jul 17]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan-.

Alexopoulos GS. Mechanisms and treatment of late-life depression. Transl Psychiatry. 2019 Aug 5;9(1):188.

Vyas CM, Okereke OI. Late-life depression: A narrative review on risk factors and prevention. Harv Rev Psychiatry [Internet]. 2020 Mar;28(2):72–99.

Chang SC, Pan A, Kawachi I, Okereke OI. Risk factors for late-life depression: A prospective cohort study among older women. Prev Med. 2016 Oct;91:144–51.

Fuggle N, Shaw S, Dennison E, Cooper C. Sarcopenia. Best Pract Res Clin Rheumatol. 2017 Apr;31(2):218–42.

Handajani YS, Schröder-Butterfill E, Hogervorst E, Turana Y, Hengky A. Depression among older adults in Indonesia: Prevalence, role of chronic conditions and other associated factors. Clin Pract Epidemiol Ment Health. 2022 Sep 5;18: e174501792207010.

Luthfa I, Khasanah N. Analisis faktor yang berhubungan dengan depresi pada lanjut usia selama pandemi di panti werdha. Jurnal Perawat Indonesia. 2022 Dec.16;6(1):954-62.

Listiyorini MW, Sahar J, Nurviyandari D. Faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan depresi pada lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Dharma Bekasi. Malahayati Nursing Journal. 2022;4(10):2708-28.

Awaloei A. Hubungan sarkopenia dengan depresi pada pasien penyakit paru obstruktif kronik stabil di Paviliun Umum Rumah Sakit Siloam [skripsi]. Banten: Universitas Pelita Harapan; 2020.

Nathalia C. Hubungan sarkopenia dengan depresi pada pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Siloam dan puskesmas jejaring [skripsi]. Banten: Universitas Pelita Harapan; 2020.

Simanjuntak FM. Perbedaan tingkat depresi antara lansia yang tinggal di Panti Werdha Harapan Kita dan yang tinggal di rumah bersama keluarga di Kelurahan Sukamaju Palembang [skripsi]. Palembang: Universitas Sriwijaya; 2019 Dec.

Nadya K. Peran fungsi kognitif dan dukungan keluarga terhadap gangguan depresi pada lansia di Pusat Santunan Keluarga di Jakarta Barat [skripsi]. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya; 2019.

Shafa GN, Nurhayati E, Indriyanti RA. Hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Jompo Kabupaten Karawang Jawa Barat. Prosiding Pendidikan Dokter. 2016 Aug 11:623-9.

Girgus JS, Yang K, Ferri CV. The gender difference in depression: Are elderly women at greater risk for depression than elderly men? Geriatrics (Basel). 2017 Nov 15;2(4):35.

Herawati N, Deharnita D. Hubungan karakteristik dengan kejadian depresi pada lansia. Jurnal Keperawatan Jiwa. 2019;7(2):183-90.

Mumulati SB, Niman S, Indriarini MY. Hubungan pendidikan usia, jenis kelamin, status pernikahan, dan lama tinggal di panti werdha dengan kejadian depresi pada lansia. Jurnal Keperawatan Jiwa. 2020;8(3):329-36.

Patria B. The longitudinal effects of education on depression: Finding from the Indonesian national survey. Front Public Health. 2022 Oct 20;10: 1017995.

Wirasto RT, Mukhlas M. Bobot pengaruh faktor-faktor sosiodemografi terhadap depresi pada usia lanjut di Kota Yogyakarta [tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2007.

Li Z, Tong X, Ma Y, Bao T, Yue J. Prevalence of depression in patients with sarcopenia and correlation between the two diseases: systematic review and meta‐analysis. J cachexia sarcopenia muscle [Internet]. 2022 Feb ;13(1):128–44.

Felger JC, Lotrich FE. Inflammatory cytokines in depression: Neurobiological mechanisms and therapeutic implications. Neuroscience [Internet]. 2013 Aug;246:199–229.

Kim JK, Choi SR, Choi MJ, Kim SG, Lee YK, Noh JW, et al. Prevalence of and factors associated with sarcopenia in elderly patients with end-stage renal disease. Clinical Nutrition [Internet]. 2014 Feb;33(1):64–8.

Ismail Z, Elbayoumi H, Fischer CE, Hogan DB, Millikin CP, Schweizer T, et al. Prevalence of depression in patients with mild cognitive impairment: A systematic review and meta-analysis. JAMA Psychiatry. 2017 Jan 1;74(1):58–67.

Zaliavani I, Anissa M, Sjaaf F. Hubungan gangguan fungsi kognitif dengan kejadian depresi pada lansia di Posyandu Ikur Koto wilayah kerja Puskesmas Ikur Koto Kota Padang. Health and Medical Journal. 2019;1(1):30-7.

Aryana, Juniarta. Hubungan antara depresi, gangguan fungsi kognitif, dan kualitas hidup penduduk usia lanjut di Desa Pedawa, Kabupaten Singaraja, Bali. Jurnal Penyakit Dalam Udayana. 2018;2(1):19-22.

Rosyanti L, Usman RD, Hadi I, Syahrianti S. Kajian teoritis hubungan antara depresi dengan sistem neuroimun. Health Information Jurnal Penelitian. 2017;9(2):78-97.

Ishii M, Iadecola C. Metabolic and non-cognitive manifestations of Alzheimer’s disease: The hypothalamus as both culprit and target of pathology. Cell Metabolism [Internet]. 2015 Nov;22(5):761–76.

Qin DD, Rizak J, Feng XL, Yang SC, Lü LB, Pan L, Yin Y, Hu XT. Prolonged secretion of cortisol as a possible mechanism underlying stress and depressive behaviour. Sci Rep. 2016 Jul 22;6:30187.

Published

2024-08-31

How to Cite

1.
Gangguan fungsi kognitif sebagai faktor risiko utama kejadian depresi pada lansia. DJM [Internet]. 2024 Aug. 31 [cited 2025 Apr. 3];23(2):121-7. Available from: https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/damianus/article/view/4356