Pelatihan Balut Bidai dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan pada Siswa Kelas XI dan XII SMA Full English Secondary (FES) Jubilee School
DOI:
https://doi.org/10.25170/mitramas.v4i1.6730Keywords:
Balut bidai, Pertolongan pertama pada kecelakan, Pelatihan, Simulasi, Ilmu kesehatan masyarakatAbstract
Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Tenaga kesehatan bertanggung jawab untuk merespon dengan cepat dan tepat ketika situasi muncul meskipun terjadi di lokasi yang sulit dijangkau. Dalam kondisi ini, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk membantu korban sebelum tenaga medis tiba karena dapat meningkatkan kemungkinan korban untuk bertahan hidup. Perkembangan transportasi dan meningkatnya kepadatan arus lalu lints berhubungan dengan tingkat kecelakaan yang sering menyebabkan cedera seperti patah tulang akibat trauma. Di Indonesia, kecelakaan lalu lintas terus meningkat yang menyebabkan banyak kasus patah tulang terutama pada ekstremitas bawah. Data Kemenkes RI 2023 menunjukkan kasus patah tulang mencapai 5,8% dari korban kecelakaan, dengan konsekuensi berat seperti kecacatan dan kematian. Keadaan darurat kerap juga terjadi di sekolah, yang sering menyebabkan cedera pada sistem muskuloskeletal. Balut bidai dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) diperlukan untuk menstabilkan cedera dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Kurangnya pengetahuan di kalangan masyarakat, termasuk siswa, dapat memperburuk situasi. Oleh karena itu, diperlukannya pelatihan bagi siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mengenai balut bidai, dan P3K. Pelatihan dilakukan di SMA Full English Secondary (FES) Jubilee School, dimana belum pernahnya dilakukan pelatihan pada sekolah tersebut, yang sekiranya dapat bermanfaat untuk para siswanya.
References
American College of Surgeons. (2012). Advanced trauma life support (ATLS®) (9th ed). American College of Surgeons.
American Red Cross. (2021). First aid/CPR/AED participant’s manual (4th ed). American Red Cross.
Bakke, H. K., Steinvik, T., Eidissen, S.-I., Gilbert, M., & Wisborg, T. (2015). Bystander first aid in trauma - prevalence and quality: a prospective observational study. Acta Anaesthesiologica Scandinavica, 59(9), 1187–1193. https://doi.org/10.1111/aas.12561
Razzak, J. A., & Kellermann, A. L. (2002). Emergency medical care in developing countries: is it worthwhile?. Bulletin of the World Health Organization, 80(11), 900–905.
Tintinalli, J. E., Ma, O. J., Yealy, D.M, Meckler, G. D., Stapczynski, J. S., Cline, D. M., & Thomas, S. H. (2019). Tintinalli’s emergency medicine: A comprehensive study guide (9th ed.). McGraw-Hill Education.
World Health Organization. (2018a, May 2). WHO emergency care system framework. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/who-emergency-care-system-framework
World Health Organization. (2018b, October 30). Basic emergency care: Approach to the acutely ill and injured. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/basic-emergency-care-approach-to-the-acutely-ill-and-injured
World Health Organization. (2023, Deccember 13). Road traffic injuries. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/road-traffic-injuries
World Health Organization. (2024, September 2). Accelerate safety measures to reduce road traffic deaths: WHO. World Health Organization, Regional Office for South-East Asia. https://www.who.int/southeastasia/news/detail/02-09-2024-accelerate-safety-measures-to-reduce-road-traffic-deaths-who
Yunanto, R. A., Kushariyadi, Rondhianto, Iswatiningtyas, N. F., & Nisak, E. R. (2024). Optimalisasi Keterampilan Penanganan Gawat Darurat Perdarahan Melalui Metode Simulasi Kasus pada Remaja. DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 185–198. https://doi.org/10.58545/djpm.v3i2.288.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







