Edukasi Kesehatan Mental, Perundungan, dan Pencegahan Perilaku Self-Harm pada Siswa/i di SMPN 1 Babakan Madang, Bogor

Authors

  • Nicholas Hardi Atma Jaya Catholic University of Indonesia
  • Patricia Angelika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia
  • Cellina Aurelia Soerianto Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia
  • Xenia Tamara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia
  • Nicholas Francisco Gaverio Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia
  • Linawati Hananta Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25170/mitramas.v4i1.7129

Keywords:

edukasi, mekanisme koping, perudungan, remaja SMP, self-harm

Abstract

Remaja merupakan fase perkembangan yang penting dalam membentuk identitas seseorang. Pengalaman yang kurang baik pada fase ini seperti perundungan, dapat menjadi cikal bakal dan berhubungan dengan masalah perkembangan yang dapat timbul di kemudian hari, seperti perilaku mencederai diri (self-harm) sebagai bentuk mekanisme koping untuk masalah yang dirasakan kurang nyaman. Kesadaran siswa/i SMPN 1 Babakan Madang, Bogor akan perundungan dan dampaknya bagi kesehatan mental diketahui masih kurang, sehingga upaya intervensi untuk meningkatkan kesadaran akan tema ini menjadi penting. Kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/i SMPN 1 Babakan Madang, Bogor dengan memberikan edukasi terkait perundungan dan memperkenalkan berbagai mekanisme koping adaptif sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku self-harm yang merupakan salah satu dampak dari perundungan. Evaluasi kegiatan PkM dengan melihat perbandingan nilai pre-test dan post-test serta hasil survei kepuasan kegiatan. Secara umum, kegiatan PkM ini telah berjalan dengan baik dan dapat memberikan peningkatan pengetahuan sebesar 2,17% mengenai kesehatan mental, perundungan dan mekanisme koping. Dengan demikian, kegiatan serupa di kemudian hari dapat dipertimbangkan dan disempurnakan agar lebih bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat sekitar.

References

Alitani, M. B., Wijaya, Y. D., & Sulistiana, H. (2025). Gambaran forgiveness pada siswi SMA korban

bullying. Journal on Education, 7(2), 12427–12433.

Gala, C. J., & Token, I. G. Y. (2023). Hubungan mekanisme koping dengan ketahanan psikologis

remaja korban bullying di SMP Negeri 8 Makassar. [S1 thesis, STIK Stella Maris]. STIK

Stella Maris Repository. http://repository.stikstellamarismks.ac.id/id/eprint/663

Gintari, K. W., Jayanti, D. M. D., Laksmi, I. G. A. P. S., & Sintari, S. N. N. (2023). Kesehatan mental

pada remaja. Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA), 2(3), 167–183.

https://doi.org/10.55887/nrpm.v2i3.49

Kalangi, P., Tumewu, V., Rempowatu, F., & Ilat, I. P. (2024). Self-harming pada remaja.

DIDASKALIA: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 5(1), 40–49.

https://doi.org/https://doi.org/10.51667/djpk.v5i1.1853

Lette, A. R., & Paulus, A. Y. (2022). Bullying sebagai cara untuk mengakrabkan (studi fenomenologi

di kalangan siswa SMA kota kupang). Excellent Midwifery Journal, 5(2), 19–37.

https://doi.org/https://doi.org/10.55541/emj.v5i2.218

Linehan, M.M. (2015). DBT Skills Training Manual (2nd ed.). The Guilford Press.

Melizsa, Sopian, A., Dewantoro, A., Wijarnako, D. A. W., Rahajeng, S. K., et al. (2021). The

importance of mental health in children and adolescents in Parakan Inpres Village, Selatan,

Tangerang. Jurnal Abdi Masyarakat, 2(2), 115–123.

Rusuli, I. (2022). Psikososial remaja: Sebuah sintesa teori Erick Erikson dengan konsep islam. Jurnal

As-Salam, 6(1), 75–89. https://doi.org/10.37249/assalam.v6i1.384

Salukh, S. D., Hamu, A. H., Victoria, R., Roku, R., Rindu, Y., Rino, A., & Vancapo. (2024).

Pendekatan edukasi tentang bullying pada remaja di SMP Negeri 3 Kota Kupang. Jurnal

Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4), 15776–15780.

Sarumi, R., & Narmi, N. (2023). Penyuluhan kesehatan terkait kesehatan mental pada remaja. Karya

Kesehatan Journal of Community Engagement, 3(2), 29-33.

https://doi.org/10.46233/k2jce.v3i02.954

Schaich, A., Braakmann, D., Rogg, M., Meine, C., Ambrosch, J., Assmann, N., Borgwardt, S.,

Schweiger, U., & Fassbinder, E. (2021). How do patients with borderline personality

disorder experience distress tolerance skills in the context of dialectical behavioral therapy?

—a qualitative study. PLOS ONE, 16(6). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0252403

Staus, N. L., O’Connell, K., & Storksdieck, M. (2021). Addressing the ceiling effect when assessing

stem out-of-school time experiences. Frontiers in Education, 6,

https://doi.org/10.3389/feduc.2021.690431

Sutton, P. M. (2018). The enright rocess model of psychological forgiveness. Courage International

Inc.

Utami, G., Sari, N., Dahlia, D., & Sari, K. (2023). Self-injury behavior pada remaja korban

perundungan dan kaitannya dengan kelekatan orang tua. Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah,

6(2), 198–220. https://doi.org/10.24815/s-jpu.v6i2.32163

Yured, A. (2023). Resiliensi remaja korban bullying pada siswa kelas VIII di SMPN 14 Padang. [D3

thesis, Andalas University]. Andalas University Repository.

http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/455854

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Edukasi Kesehatan Mental, Perundungan, dan Pencegahan Perilaku Self-Harm pada Siswa/i di SMPN 1 Babakan Madang, Bogor. (2026). Mitramas: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 1-12. https://doi.org/10.25170/mitramas.v4i1.7129

Similar Articles

1-10 of 28

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)