Evaluasi Tingkat Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Jalan Tunjungan sebagai Ruang Publik Ikonik Kota Surabaya

Authors

  • Muhammad Hisyam Al Hamamy Universitas Negeri Malang
  • Henri Siswanto Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.25170/perkotaan.v17i2.7381

Keywords:

fasilitas pejalan kaki, walking permeability, walkability index, jalan tunjungan

Abstract

Jalan Tunjungan menjadi salah satu ruang publik yang lokasinya strategis dan sarat akan nilai historis sehingga menjadi salah satu destinasi wisata saat berada di Kota Surabaya. Oleh karena itu, untuk mendukung fungsi Jalan Tunjungan sebagai ruang publik maka diperlukan ketersediaan fasilitas pejalan kaki yang memadai. Pada penelitian ini, dilakukan pembagian rute perjalanan menjadi 4 rute agar seluruh jalur pejalan kaki yang ada di Jalan Tunjungan dapat diidentifikasi kondisinya. Selanjutnya, pada setiap rute dievaluasi kondisinya menggunakan metode walkability index untuk mengetahui tingkat pelayanan dari fasilitas pejalan kaki yang ada. Selain itu, pada keempat rute tersebut juga dilakukan analisis walking permeability untuk mengetahui aksesibilitas spasial Jalan Tunjungan dari lokasi-lokasi penting di sekitarnya. Dari hasil analisis walkability index diperoleh rute dengan nilai tertinggi pada Rute 1 (Gedung Siola) dalam kategori sangat baik dan nilai terendah pada Rute 3 (Tunjungan Plaza) dalam kategori baik. Sementara itu, hasil analisis walking permeability menunjukkan bahwa dari 4 rute terdapat 3 rute yang mengharuskan pejalan kaki berjalan lebih jauh dari seharusnya, yaitu pada Rute 2 (SMPN 3 Surabaya), 3 (Tunjungan Plaza), dan 4 (Pasar Tunjungan).

References

[1] A. Yuanditasari, A. Krisnawatie, and R. A. Nastiti, “Analisis Penerapan Konsep Adaptive Reuse dalam Mendesain Interior Restoran di Kawasan Heritage (Studi Kasus: Locaahands Tunjungan),” Lintas Ruang J. Pengetah. Dan Peranc. Desain Inter., vol. 12, no. 2, pp. 112–122, 2024.

[2] H. Idajati and F. E. Nugroho, “Creating cultural and heritage tourism route as tool for development tourism strategy (Case study: Surabaya Kalimas River Area),” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 340, no. 1, p. 012023, 2019, doi: 10.1088/1755-1315/340/1/012023.

[3] B. S. Kusumatuti, “Analisis Pengalih Fungsian Manfaat Infrastruktur Jalan Tunjungan Sebagai Tempat Wisata Kekinian Di Kota Surabaya,” J. Econ. Strategy, vol. 3, no. 1, pp. 117–127, 2022.

[4] N. Sidik, P. Basundoro, S. Asmorowati, and S. E. Nurhidayati, “The Romance of Tunjungan Street in The Concept of Urbanism Heritage,” J. Kaji. Kebahasaan Kesastraan, vol. 24, no. 2, pp. 61–69, 2024, doi: 10.30996/parafrase.v24i2.12004.

[5] A. H. Siswanto and R. G. Sunaryo, “Pemetaan Street Connectivity dan Walkability Pada Kawasan Tunjungan Surabaya,” Adv. Civ. Eng. Sustain. Archit., vol. 5, no. 1, pp. 28–37, Apr. 2023, doi: 10.9744/acesa.v5i1.13425.

[6] M. D. Setyowati, “Pemanfaatan Pedestrian Ways di Koridor Komersial di Koridor Jalan Pemuda Kota Magelang,” Rev. Urban. Archit. Stud., vol. 15, no. 1, pp. 13–22, June 2017, doi: 10.21776/ub.ruas.2017.015.01.2.

[7] P. Astuti and M. K. Tarihoran, “Pengaruh Aktifitas Komersial Terhadap Lalu Lintas Perkotaan di Koridor Jalan Jendral Sudirman Kota Pekanbaru,” J. Urban Reg. Plan. Sustain. Environ., vol. 04, no. 01, pp. 36–49, 2025.

[8] J. Prawira, A. H. Prabowo, and S. Tundono, “Konektivitas Jalur Pedestrian Antara Fasilitas Moda Transportasi Umum dengan Ruang Publik di Kawasan Transit Oriented Development Dukuh Atas,” Metr. Ser. Teknol. Dan Sains, vol. 5, no. 2, pp. 66–74, 2024.

[9] A. Krisetya and A. Navastara, “Identifikasi Karakteristik Fisik Koridor Jalan Tunjungan sebagai Ruang Publik,” J. Tek. ITS, vol. 7, no. 2, pp. 162–167, 2018.

[10] Direktorat Jenderal Bina Marga, “Pedoman Penentuan Indeks Kelayakan Berjalan (Walkability Index) di Kawasan Perkotaan,” Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2023.

[11] Z. Siregar, “Kajian Penataan Jalur Pedestarian Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan Sebagai Akses Utama Kampus UMSU,” J. MESIL. 2020.

[12] Pemerintah Pusat Republik Indonesia, “Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.” LN. 2009/ No. 96, TLN NO. 5025, LL SETNEG : 143 HLM, June 2009.

[13] A. T. A. Putri and Moh. Zeinudin, “Perlindungan Hukum Hak-Hak Pejalan Kaki Terhadap Penyalahgunaan Trotoar,” J. Jendela Huk., vol. 12, no. 1, pp. 28–44, Apr. 2025, doi: 10.24929/jjh.v12i1.4216.

[14] Prima, A. Rafii, and A. Pakpahan, “Studi Kenyamanan Pejalan Kaki Terhadap Pemanfaatan Jalur Pedestrian,” STATIKA, vol. 5, no. 1, pp. 1–13, Apr. 2022, doi: 10.64168/statika.v5i1.905.

[15] L. Suminar and P. A. Sari, “Identifikasi Fasilitas Pejalan Kaki di Koridor Jalan Affandi Yogyakarta,” J. Arsit. Zonasi, vol. 4, no. 3, pp. 366–377, Oct. 2021, doi: 10.17509/jaz.v4i3.37620.

[16] W. Kurniawati, “Analisis Kelayakan Berjalan dan Faktor yang Memengaruhi Minat Berjalan Kaki di Jakarta,” J. Kebijak. Ekon., vol. 14, no. 1, pp. 79–104, Apr. 2019, doi: 10.21002/jke.2019.05.

[17] H. Krambeck, “The global walkability index,” Nov. 2006.

[18] NZ Transport Agency, Pedestrian planning and design guide. NZ Transport Agency, 2009.

[19] I. Y. Wardiana, H. E. Kusuma, and P. A. Rahmawati, “Pengaruh Karakteristik Jalur Pedestrian di Indonesia terhadap Penilaian Walkability,” J. Lingkung. Binaan Indones., vol. 13, no. 1, pp. 31–41, Mar. 2024, doi: 10.32315/jlbi.v13i1.258.

[20] S. N. Putriana, R. D. A. B. Fairdian, and A. Asyraf, “Analisis Walking Permeability, Walking Effort, dan Walkability Index, Studi Kasus Pada Jalan Braga Bandung,” J. Tek. Sipil, vol. 31, no. 2, pp. 201–208, Aug. 2024, doi: 10.5614/jts.2024.31.2.10.

[21] K. Iffiyah, E. B. Santoso, and R. P. Setiawan, “The Quality of Pedestrian Based on Pedestrian Environment Quality Index (PEQI) Standards in the Cultural Heritage Area of Tunjungan Street Surabaya,” Berk. SAINSTEK, vol. 10, no. 2, p. 101, June 2022, doi: 10.19184/bst.v10i2.28408.

[22] A. Allan, “Walking as a local transport modal choice in Adelaide,” World Transp. Policy Pract., vol. 7, no. 2, pp. 44–51, 2001.

[23] N. R. Octaviani, G. P. Adriana, and S. Y. N. Nadhifa, “Correlation Analysis between Walking Permeability and Walking Effort (Case Study Terminals in Bandung City),” J. Tek. Sipil, vol. 31, no. 2, pp. 163–170, Aug. 2024, doi: 10.5614/jts.2024.31.2.6.

[24] S. S. Wibowo and P. Olszewski, “Modeling Walking Accessibility To Public Transport Terminals: Case Study of Singapore Mass Rapid Transit,” J. East. Asia Soc. Transp. Stud., vol. 6, pp. 147–156, 2005, doi: 10.11175/easts.6.147.

[25] E. M. Murtagh, J. L. Mair, E. Aguiar, C. Tudor-Locke, and M. H. Murphy, “Outdoor Walking Speeds of Apparently Healthy Adults: A Systematic Review and Meta-analysis,” Sports Med., vol. 51, no. 1, pp. 125–141, Jan. 2021, doi: 10.1007/s40279-020-01351-3.

Downloads

Published

06-01-2026

Issue

Section

Original Articles

How to Cite

[1]
M. H. A. Hamamy and H. Siswanto, “Evaluasi Tingkat Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Jalan Tunjungan sebagai Ruang Publik Ikonik Kota Surabaya”, j. perkota., vol. 17, no. 2, pp. 70–82, Jan. 2026, doi: 10.25170/perkotaan.v17i2.7381.