Manifestasi Prinsip Kota Kompak pada Kawasan TOD Dukuh Atas, Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.25170/perkotaan.v18i1.8068Keywords:
Transit-Oriented Development (TOD), kota kompak, Dukuh Atas, aksesibilitas transit, konektivitasAbstract
Pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development atau TOD) merupakan strategi perencanaan perkotaan yang bertujuan terwujudnya kota yang berkelanjutan, efisien, dan kompak melalui integrasi antara sistem transportasi publik serta pemanfaatan ruang. Kawasan TOD Dukuh Atas di Jakarta menjadi salah satu contoh implementasi TOD berskala metropolitan yang direncanakan sebagai simpul integrasi berbagai moda transportasi sekaligus pusat aktivitas perkotaan dengan intensitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi prinsip kota kompak pada kawasan TOD Dukuh Atas melalui identifikasi karakter kawasan berdasarkan empat aspek utama perencanaan kawasan transit, yaitu intensifikasi, pengembangan fungsi campuran, aksesibilitas transit, dan konektivitas. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan analisis spasial, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan telaah regulasi tata ruang yang berlaku. Temuan studi menunjukkan bahwa TOD Dukuh Atas telah merepresentasikan prinsip kota kompak secara kuat pada aspek aksesibilitas transit dan intensifikasi kawasan. Namun, manifestasi prinsip kota kompak belum sepenuhnya merata karena campuran fungsi masih didominasi aktivitas komersial, sementara kualitas konektivitas dan aksesibilitas pejalan kaki belum tersebar secara konsisten pada seluruh segmen kawasan. Regulasi tata ruang berperan penting sebagai instrumen normatif untuk mengarahkan aspek tersebut, namun implementasi di lapangan masih belum sepenuhnya dapat diwujudkan.
References
[1] C. Curtis, J. L. Renne, and L. Bertolini, Transit Oriented Development: Making It Happen. Burlington, VT, USA: Ashgate, 2009.
[2] R. D. Knowles, F. Ferbrache, and A. Nikitas, “Transport’s role in urban spatial reconfiguration: The case of transit-oriented development,” Journal of Transport Geography, vol. 84, p. 102706, 2020, doi: 10.1016/j.jtrangeo.2020.102706.
The Rise of Sprawl and the Decline of the American Dream. New York, NY, USA: North Point Press, 2000.
[7] D. S. Vale and C. M. Viana, “Transit-oriented development and urban form: Planning practices and challenges,” Land Use Policy, vol. 95, p. 104624, 2020, doi: 10.1016/j.landusepol.2020.104624.
[8] R. K. Yin, Case Study Research: Design and Methods, 5th ed. Thousand Oaks, CA, USA: Sage Publications, 2014.
[9] J. W. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 4th ed. Thousand Oaks, CA, USA: Sage Publications, 2014.
[10] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jakarta, Indonesia: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2022.
[11] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 107 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Dukuh Atas. Jakarta, Indonesia: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2020.
[12] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 67 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kawasan Berorientasi Transit. Jakarta, Indonesia: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2019.
[13] Japan International Cooperation Agency, Jakarta Integrated Urban Transport Hub Development: Final Report. Tokyo, Japan: Japan International Cooperation Agency, 2013. [Online]. Available: https://openjicareport.jica.go.jp/pdf/12115416_09.pdf
[14] Institute for Transportation and Development Policy Indonesia, Pedoman Reformasi Parkir Jakarta. Jakarta, Indonesia: ITDP Indonesia, 2019.
[15] PT MRT Jakarta, “Gubernur Pramono resmikan Transport Hub Dukuh Atas sebagai pusat interkoneksi antarmoda dan gaya hidup urban,” PT MRT Jakarta, Jakarta, Indonesia, 2025. [Online]. Available: https://jakartamrt.co.id/
[16] PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, “Jembatan Penyeberangan Multiguna Dukuh Atas segera dapat dinikmati masyarakat,” PT MITJ, Jakarta, Indonesia. [Online]. Available: https://mitj.co.id/
[17] D. Humaira, W. D. Purnamasari, and I. W. Agustin, “Konsep penataan ruang berorientasi transit (Transit-Oriented Development) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta,” Planning for Urban Region and Environment Journal, vol. 10, no. 1, pp. 55–66, 2021.
[18] R. Dwiputra, R. A. Saraswati, and B. Marpaung, “Tingkat kenyamanan pejalan kaki dan pesepeda pada kawasan pembangunan berorientasi transit Dukuh Atas,” Jurnal Arsitektur Terracotta, vol. 3, no. 2, pp. 1–13, 2022.
[19] F. R. Br Hutabarat, T. N. Savitri, T. A. Ningmas, R. Nurdiawan, S. M. Al-Fatih, and D. F. Swasto, “Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas terhadap perubahan harga lahan di DKI Jakarta berdasarkan pendekatan keruangan,” Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, vol. 20, no. 4, pp. 575–587, 2024, doi: 10.14710/pwk.v20i4.58844.
[20] D. T. Mardana, “Kesesuaian penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) terhadap Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta di kawasan TOD Dukuh Atas, Jakarta,” Skripsi, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Yogyakarta, Indonesia, 2024. [Online]. Available: https://repository.stpn.ac.id/4278/
[21] D. Mahendra Aulya and H. Winarso, “Dinamika harga lahan zona nilai tanah kawasan TOD Dukuh Atas dan kawasan TOD Harmoni,” n.d. [Online]. Available: https://www.academia.edu/37469513/Dinamika_Harga_Lahan_Zona_Nilai_Tanah_Kawasan_TOD_Dukuh_Atas_Dan_Kawasan_TOD_Harmoni
[22] A. N. Maudina, I. W. Agustin, and B. S. Waluyo, “Karakteristik kawasan Dukuh Atas sebagai kawasan TOD,” Jurnal Tata Kota dan Daerah, vol. 13, no. 2, pp. 59–72, 2021.
[23] J. Khairunnisa, D. N. Gandarum, and K. Lahji, “Evaluasi konsep TOD pada kawasan TOD Dukuh Atas,” Prosiding Seminar Intelektual Muda, vol. 2, no. 2, pp. 64–70, 2021.
[24] T. N. Fatmawati, A. B. Purnomo, and P. Wijayanto, “Analisis konektivitas pejalan kaki dan entropi tata guna lahan pada lima simpul transit di kawasan TOD Dukuh Atas, Jakarta Pusat,” Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, vol. 14, no. 3, 2025, doi: 10.32315/jlbi.v14i3.493.
[25] A. M. Mulyadi, “Analisis nilai walkability pada fasilitas pejalan kaki di kawasan Transit Oriented Development (TOD),” Jurnal Jalan Jembatan, vol. 37, no. 2, pp. 116–129, 2020.
[26] D. M. R. Napitupulu and I. Rudiarto, “The impact of Transit Oriented Development on walkability: A case study of Dukuh Atas Station, Jakarta,” Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, vol. 21, no. 1, pp. 113–129, 2025, doi: 10.14710/pwk.v21i1.52284.
[27] A. C. Sambada, “Pengaruh kualitas fisik jalur pedestrian area Transit-Oriented Development (TOD) Dukuh Atas terhadap persepsi kenyamanan pejalan kaki: Studi kasus Stasiun Dukuh Atas Jakarta,” Tesis, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia, 2024. [Online]. Available: https://digilib.itb.ac.id/
[28] L. Bertolini, C. Curtis, and J. L. Renne, “Transit-oriented development: Making it happen,” Journal of Transport and Land Use, vol. 15, no. 1, pp. 1–15, 2022, doi: 10.5198/jtlu.2022.2155.
[29] R. Cervero and K. Kockelman, “Travel demand and the 3Ds: Density, diversity, and design,” Transportation Research Part D: Transport and Environment, vol. 2, no. 3, pp. 199–219, 1997, doi: 10.1016/S1361-9209(97)00009-6.
[30] E. Papa, L. Bertolini, and M. te Brömmelstroet, “Accessibility instruments for sustainable transport and spatial planning,” Transport Policy, vol. 114, pp. 138–150, 2022, doi: 10.1016/j.tranpol.2021.10.013.
[31] A. Sharma, P. Newman, and A. Matan, “Urban rail and the restructuring of cities: Transit-oriented development in emerging economies,” Cities, vol. 124, p. 103611, 2022, doi: 10.1016/j.cities.2022.103611.
[32] H. Suzuki, R. Cervero, and K. Iuchi, Transforming Cities with Transit: Transit and Land-Use Integration for Sustainable Urban Development. Washington, DC, USA: World Bank, 2013.
[33] B. P. Y. Loo, C. Chen, and E. T. H. Chan, “Rail-based transit-oriented development: Lessons from high-density cities,” Land Use Policy, vol. 102, p. 105240, 2021, doi: 10.1016/j.landusepol.2020.105240.
[34] Institute for Transportation and Development Policy, TOD Standard, 3rd ed. New York, NY, USA: ITDP, 2017.
[35] R. Cervero and C. Sullivan, “Green TODs: Marrying transit-oriented development and green urbanism,” International Journal of Sustainable Development & World Ecology, vol. 18, no. 3, pp. 210–218, 2011, doi: 10.1080/13504509.2011.570801.






