LAYANAN KESEHATAN BERGERAK UNTUK PEMERIKSAAN PENYAKIT DAN EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT DI FLORES TIMUR DAN ENDE

Authors

  • Ian Pranandi Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya https://orcid.org/0009-0007-9804-670X
  • Linawati Hananta Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Maria Dara Novi Handayani Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Dyonesia Ary Harjanti Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Felicia Kurniawan Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Carmen Claude Margo Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Brigitte Leonie Rosadi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

DOI:

https://doi.org/10.25170/mitramas.v4i02.7388

Keywords:

Daerah Terpencil, Ende, Flores Timur, Pelayanan Kesehatan Bergerak, Pelayanan Medis Lapangan

Abstract

Keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan di daerah terpencil seperti Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Ende di Nusa Tenggara Timur menjadi tantangan besar dalam pemenuhan hak dasar masyarakat atas kesehatan. Sebagai respons terhadap hal tersebut, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya bekerja sama dengan Yayasan Ignatius Joseph Kasimo menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kesehatan bergerak selama perayaan Semana Santa 2025. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan layanan pengobatan umum dan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga mendokumentasikan pola penyakit yang sering ditemukan serta melakukan refleksi terhadap sistem pelayanan yang dijalankan. Metode pelaksanaan mencakup kunjungan langsung ke desa-desa terpencil, observasi pelayanan, pencatatan data klinis, dan koordinasi dengan tenaga kesehatan setempat. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi serta efektivitas pelayanan berbasis tim medis kecil namun adaptif. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi multi-sektor dan pendekatan desentralisasi dalam menjangkau komunitas yang terisolasi secara geografis. Artikel ini menjadi kontribusi akademik untuk pengembangan model pelayanan kesehatan komunitas yang kontekstual dan berkelanjutan.

Author Biographies

  • Ian Pranandi, Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

    Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

  • Linawati Hananta, Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

    Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

  • Maria Dara Novi Handayani, Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

    Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

  • Dyonesia Ary Harjanti, Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

    Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

  • Felicia Kurniawan, Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

    Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

  • Carmen Claude Margo, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

    Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

References

Ardenny, A., Nam, L. H., & Tu, P. A. (2025). Sustainable health model: Increasing universal access to health services in remote areas. Journal of World Future Medicine, Health and Nursing, 3(2), 107-117. https://doi.org/10.70177/health.v3i1.1907

Badan Pusat Statistik. (2023a). Kabupaten Ende dalam Angka 2023. https://endekab.bps.go.id/id/publication/2023/02/28/ d45df93338cdfaeb5475aa8a/kabupaten-ende-dalam-angka-2023.html

Badan Pusat Statistik. (2023b). Kabupaten Flores Timur dalam Angka 2023. https://florestimurkab.bps.go.id/id/publication/2023/02/28/ 20afdb29d96c990915fb8dd8/kabupaten-flores-timur-dalam-angka-2023.html

Dedmon, D. D., Beasley, L. D., Manasco, C., Nellis, K., McElravey, T. R., Rickard, M. N., & Rhoads, S. J. (2024). Engaging with the community before deploying a rural mobile health unit. The Journal for Nurse Practitioners, 20(9), 105167. https://doi.org/10.1016/j.nurpra.2024.105167

Hananta, L., Pranandi, I., Handayani, M. D. N., Harjanti, D. A., Kurniawan, F., Margo, C. C., & Rosadi, B. L. (2025). Chronic low back pain in a young female farmer from a remote coastal island in Indonesia: A Case from a community health charity event. Journal of Orthopedics and Physiotherapy, 3(4), 1–5. https://doi.org/10.61440/JOP.2025.v3.44

Higgins, A., Tilghman, M., & Lin, T. K. (2025). Mobile health clinics in a rural setting: A cost analysis and time motion study of La Clínica in Oregon, United States. BMC Health Services Research, 25(97). https://doi.org/10.1186/s12913-024-12203-5

Jatmika, S. E. D., & Nurulita, F. P. (2022). Identifikasi dan edukasi masalah kesehatan pada masyarakat di Desa X. GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 92–107. https://doi.org/10.31571/gervasi.v6i1.2896

Krowin, M. E. G., Junias, M. S., & Hinga, I. A. T. (2023). Gambaran perilaku hidup bersih dan sehat pada rumah tangga di Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(4), 780–794. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i4.2227

Lelyana, N., & Sarjito, A. (2024). Effectiveness of mobile health services in remote papua under Indonesia’s Minister of Health Regulation No. 90 of 2015. Society, 12(2), 894–911. https://doi.org/10.33019/society.v12i2.760

Ou, M., Zhong, Y., Ma, H., Wang, W., & Bi, M. (2022). Impacts of policy-driven transformation in the livelihoods of fishermen on agricultural landscape patterns: A case study of a Fishing Village, Island of Poyang Lake. Land, 11(8), 1236. https://doi.org/10.3390/land11081236

Savaşer, S. K., & Kara, B. Y. (2022). Mobile healthcare services in rural areas: An application with periodic location routing problem. OR Spectrum, 44, 875–910. https://doi.org/10.1007/s00291-022-00670-3

Soewondo, P., Johar, M., Pujisubekti, R., Halimah, H., & Irawati, D. O. (2019). Kondisi kesehatan masyarakat yang bermukim di Daerah Tertinggal: Kasus dari Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 29(4), 285-296. https://doi.org/10.22435/mpk.v29i4.945

Sulasti, L. A., Khotimah, S., & Fatonah, H. S. (2025). Strategi pelayanan kesehatan melalui program puskesmas keliling dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat pada masyarakat. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(3), 290-297. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i03.8065

Sulayao, J. R. B., Nurdiana, A., & Hartiningrum, C. Y. (2025). Users’ perceptions of mobile health apps: Usability, communication enhancement, and healthcare service improvement. International Journal of Nursing Information, 4(1), 52–62. https://doi.org/10.58418/ijni.v4i1.148

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

LAYANAN KESEHATAN BERGERAK UNTUK PEMERIKSAAN PENYAKIT DAN EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT DI FLORES TIMUR DAN ENDE. (2026). Mitramas: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(02), 152-164. https://doi.org/10.25170/mitramas.v4i02.7388

Similar Articles

1-10 of 53

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)