GAMBARAN REGULASI DIRI PADA REMAJA AKHIR DITINJAU DARI URUTAN KELAHIRAN

Penulis

  • FILEMINA CLARISSA NAMJUNE TIANDUA PUTRI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • BAMBANG NUGROHO UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA

DOI:

https://doi.org/10.25170/psikoedukasi.v24i2.8511

Kata Kunci:

regulasi diri, remaja akhir, urutan kelahiran

Abstrak

Regulasi diri merupakan proses sadar, terarah, dan berkesinambungan dalam mengelola pikiran, emosi, serta perilaku untuk mencapai tujuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi kemampuan regulasi diri bagi remaja akhir dalam menghadapi transisi menuju dewasa awal. Urgensi ini diperkuat oleh fenomena rendahnya regulasi diri berdasarkan studi terdahulu dan asesmen subjek, yang dinamikanya diduga berkaitan dengan faktor demografi berupa urutan kelahiran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil regulasi diri siswa SMA Tarakanita Citra Raya sekaligus memetakan polanya berdasarkan urutan kelahiran. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran menggunakan 34 item instrumen valid (reliabilitas 0,935) menunjukkan bahwa regulasi diri subjek berada pada kategori baik (53% tinggi, 47% sedang). Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan operasional: remaja mampu menetapkan target secara matang (outcome-oriented), namun lemah dalam kontrol strategis pada fase performasi, sehingga lebih sering melakukan hukuman diri daripada penghargaan diri. Siswa diharapkan menjadikan hasil ini sebagai refleksi untuk menyusun strategi regulasi diri yang lebih praktis, khususnya melalui 'instruksi diri' pada tahap eksekusi.

Referensi

Adler, A. (1956). The individual psychology of Alfred Adler: A systematic presentation in selections from his writings (H. L. Ansbacher & R. R. Ansbacher, Eds.). Basic Books.

Adler, A. (1973). Alfred Adler's individual psychology. Teori Dasar Psikologi Kepribadian I, 64.

Adler, A. (2016). Understanding Birth Order: A Within-Family Analysis of Birth Order Effects.

Bandura, A. (2015). On deconstructing commentaries regarding alternative theories of self-regulation. Journal of Management, 41(4), 1025–1044.

Batubara, J. R. (2016). Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri, 12(1), 21-9.

Corey, G. (2013). Theory and practice of counseling and psychotherapy (9th ed.). Brooks/Cole, Cengage Learning.

Elfariani, I., & Anastasya, Y. A. (2022). Regulasi diri dan kecemasan sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Terapan, 5(1), 57-67.

Hurlock, Elizabeth B. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Gramedia

Julistia, R., Muna, Z., & Anastasya, Y. A. (2024). Gambaran Regulasi Diri pada Siswa SMA dalam Mencegah Penggunaan Zat Adiktif. ISLAMIKA GRANADA, 4(2), 90-96.

Karina, N. K. G., & Herdiyanto, Y. K. (2019). Perbedaan regulasi diri ditinjau dari urutan kelahiran dan jenis kelamin remaja Bali. Jurnal Psikologi Udayana, 6(1), 849-858.

Maimanah, A. C., Munib, A., Latipah, E., & Subaidi, S. (2022). Menumbuh-kembangkan minat, efikasi diri, dan regulasi diri pada anak. Jurnal Buah Hati, 9(1), 27-43.

Malini, G. A. N. D., & Fridari, I. G. A. D. (2019). Perbedaan motivasi belajar siswa ditinjau dari jenis kelamin dan urutan kelahiran di SMAN 1 Tabanan dengan sistem full day school. Jurnal Psikologi Udayana, 32(1), 145-155.

Nabila, S. (2022). Perkembangan remaja adolescense. Universitas Jember.

Nazra, F. P., Ifdil, I., & Khairati, A. (2025). Tingkat ketakutan akan kegagalan (atychiphobia) pada mahasiswa ditinjau dari usia, jenis kelamin dan urutan kelahiran. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 13(2), 578-594.

Prameswari, M. P. A. (2023). Hubungan antara regulasi diri dalam belajar dan kesejahteraan psikologis mahasiswa [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Pujiastuti, R., Sari, M. T., Imawati, D., & Syahputri, S. (2023). Pengaruh regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas XII di SMA Negeri 11 Samarinda. Motivasi Jurnal Mahasiswa Psikologi, 8(1), 1-7.

Sharf, R. S. (2012). Theories of psychotherapy and counseling: Concepts and cases (5th ed.). Brooks/Cole, Cengage Learning.

Susetyo, Y. F., & Kumara, A. (2012). Orientasi tujuan, atribusi penyebab, dan belajar berdasar regulasi diri. Jurnal Psikologi, 39(1), 95-111.

Zimmerman, & Schunk. (2002). Self Regulated Learning and Academic Achievment. Mahwah, New Jersey: Erlbaum.

Zimmerman, B. (2002). Becoming a Self-regulated Learner: An Overview, Theory Into Practice.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-30

Terbitan

Bagian

Articles